Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin dan Ethereum: Konsolidasi Pasar di Tengah Arus Masuk ETF dan Regulasi Baru

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (4mo ago) cryptocurrency (4mo ago)
29 Okt 2025
223 dibaca
2 menit
Bitcoin dan Ethereum: Konsolidasi Pasar di Tengah Arus Masuk ETF dan Regulasi Baru

Rangkuman 15 Detik

Permintaan untuk Bitcoin tetap kuat meskipun ada fluktuasi harga.
Regulasi dan produk baru di pasar kripto menunjukkan pertumbuhan dan minat investor.
Dukungan dan resistensi harga Bitcoin dan Ethereum menunjukkan fase konsolidasi di pasar.
Bitcoin dan Ethereum saat ini berada dalam fase stabil dengan harga Bitcoin bergerak di sekitar Rp 1.92 juta ($115.000) dan Ethereum sekitar Rp 69.47 ribu ($4.160) . Walaupun terjadi sedikit penurunan, data menunjukkan arus masuk dana besar ke dalam ETF spot Bitcoin, terutama mencapai Rp 2.49 triliun ($149 juta) selama beberapa hari terakhir, menandakan minat investor tetap kuat meskipun harga tidak naik signifikan. Berbeda dengan Bitcoin yang mendapat suntikan dana segar, Ethereum mengalami penarikan dana produk ETF sebesar Rp 2.82 triliun ($169 juta) . Selain itu, berbagai produk ETF altcoin seperti Litecoin, Hedera, dan Solana sedang dipersiapkan dan diharapkan segera mendapat persetujuan dari SEC, yang menjadi tanda masuknya lebih banyak pilihan produk investasi digital ke pasar AS. Regulator Amerika Serikat menempatkan Mike Selig sebagai pemimpin baru Commodity Futures Trading Commission. Langkah ini mengindikasikan perhatian lebih lanjut terhadap pengawasan dan pengaturan pasar aset digital demi menjaga kestabilan dan keamanan investor, seiring produk ETF yang terus berkembang. Dari sisi teknikal, Bitcoin menunjukkan adanya level support yang stabil antara Rp 1.86 juta ($111.160) hingga Rp 1.90 juta ($113.500) , dimana pembeli masih aktif menjaga harga agar tidak turun terlalu dalam. Resistance kuat berada di kisaran Rp 1.96 juta ($117.630) hingga Rp 1.97 juta ($118.000) , di mana banyak penjual yang mencoba menahan kenaikan harga lebih lanjut sehingga membuat market berada dalam rentang konsolidasi. Ethereum menghadapi resistance signifikan yang sempat menahan rebound harga beberapa kali sepanjang 2024. Pola harga menunjukkan adanya pembentukan multi-top di bawah zona resistance, dan jika Ethereum berhasil menembusnya, harga dapat bergerak menuju kisaran Rp 76.82 ribu ($4.600) hingga Rp 80.16 ribu ($4.800) . Namun, gagal menembus maka ada kemungkinan penurunan ke level Rp 63.46 ribu ($3.800) atau Rp 58.45 ribu ($3.500) sebagai zona permintaan utama.

Analisis Ahli

Ted
Bitcoin menunjukkan batas bawah yang kuat di $113,500 dan resistensi kritis di sekitar $117,630–$118,000, menunjukan fase konsolidasi yang stabil namun rentan pelemahan jika gagal menembus level resistance tersebut.
Ali Martinez
Support Bitcoin yang kuat di $111,160 berdasarkan data cost-basis menunjukkan adanya minat beli yang signifikan di level tersebut, namun resistensi di $117,630 akan menjadi penentu kelanjutan tren kenaikan.
Daan Crypto
Ethereum menghadapi tekanan jual di zona resistance utama yang sudah menolak harga dua kali di 2024, dan pola multi-top ini memperlihatkan kebutuhan pemantauan yang ketat sebelum terjadi breakout atau koreksi lebih dalam.