Meta Platforms Siap Tampil Memukau di Laporan Keuangan Kuartal Ketiga 2025
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
29 Okt 2025
111 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Meta Platforms telah berhasil bertransformasi menjadi kekuatan dalam kecerdasan buatan dan iklan digital.
Laporan keuangan Q3 yang akan datang sangat dinantikan dan dapat mempengaruhi sentimen pasar teknologi secara keseluruhan.
Analis tetap optimis dengan prospek pertumbuhan Meta meskipun ada tantangan terkait biaya dan regulasi.
Meta Platforms menjadi salah satu saham teknologi terbesar yang menguat kuat pada 2025 dengan kenaikan harga saham sekitar 28%. Lonjakan ini didorong oleh transformasi perusahaan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pendapatan iklan dan pengalaman pengguna di platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Saham Meta dinilai agak mahal dengan rasio P/E sebesar 26 kali, lebih tinggi dibanding rata-rata sektor yang 21 kali. Namun, valuasi ini masih lebih rendah dibanding perusahaan sejenis seperti Apple dan Netflix, sehingga pasar masih menganggap Meta memiliki prospek pertumbuhan yang menarik.
Pada kuartal kedua, Meta berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan 22% dan memberikan panduan optimis untuk kuartal ketiga. Perusahaan juga meningkatkan anggaran belanja modal untuk mendukung pengembangan infrastruktur AI, yang walaupun menambah beban biaya, akan jadi modal untuk pertumbuhan jangka panjang.
Analis memperkirakan pendapatan iklan Meta akan naik sebesar 21,6% dalam kuartal ketiga, sejalan dengan kenaikan belanja iklan global sebanyak 7% pada 2025. Namun, risiko dari kerugian divisi Reality Labs dan pengeluaran infrastruktur yang meningkat tetap menjadi perhatian investor.
Menjelang rilis laporan dari Meta pada tanggal 29 Oktober 2025, mayoritas analis memberikan rekomendasi kuat untuk membeli saham ini dengan harga target rata-rata Rp 14.53 juta ($870) . Laporan ini akan menjadi barometer penting untuk melihat apakah pertumbuhan dan profitabilitas Meta dapat berlanjut di tengah tantangan baru.
Analisis Ahli
Morgan Stanley
Menaikkan target harga karena hasil Q2 yang kuat dan prospek AI yang menjanjikan, meyakini pendapatan dan laba Meta akan terus naik di 2025–26.Goldman Sachs
Optimis terhadap pertumbuhan iklan dan efisiensi biaya, menilai valuasi Meta masih menarik di tengah pengembangan AI.Bank of America Securities
Melihat potensi pendapatan yang lebih tinggi dari kondisi makro yang membaik dan integrasi AI, tetap mendukung rekomendasi beli.