Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apakah Saham DXC Technology Sudah Terlalu Murah? Analisis Lengkap dan Prospeknya

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (4mo ago) investment-and-capital-markets (4mo ago)
29 Okt 2025
17 dibaca
2 menit
Apakah Saham DXC Technology Sudah Terlalu Murah? Analisis Lengkap dan Prospeknya

Rangkuman 15 Detik

DXC Technology mengalami penurunan harga saham yang signifikan dan perlu sinyal perbaikan.
Momentum positif terlihat dari pertumbuhan pesanan dan permintaan untuk modernisasi digital.
Meski ada potensi kenaikan, tantangan seperti penurunan pendapatan masih menjadi perhatian.
Saham DXC Technology mengalami penurunan harga yang cukup besar sepanjang tahun ini, dengan turun sekitar 32% sejak awal tahun dan total pengembalian pemegang saham turun 36% selama setahun terakhir. Tekanan harga ini memicu perhatian investor karena perusahaan menghadapi tantangan di sektor layanan TI, terutama dalam transformasi digital dan persaingan layanan cloud. Analisis menunjukkan bahwa harga saham DXC saat ini berada di bawah nilai wajar yang diperkirakan sebesar Rp 25.25 juta ($15,12) per saham, sedangkan harga penutupan terakhir hanya Rp 22.31 juta ($13,36) . Hal ini menimbulkan perdebatan apakah saham tersebut saat ini undervalued dan memiliki potensi kenaikan, ataukah pasar sudah mencerminkan risiko-risiko yang masih ada. Sinyal positif muncul dari momentum pemesanan DXC yang kuat, dengan tiga kuartal berturut-turut mencatat pertumbuhan dua digit dan book-to-bill ratio di atas 1,0 selama 12 bulan terakhir. Kondisi ini menunjukkan permintaan dari klien yang semakin meningkat untuk modernisasi digital, yang berpotensi menstabilkan dan meningkatkan pendapatan perusahaan dalam 12-18 bulan ke depan. Namun, ada risiko besar berupa penurunan pendapatan yang berkelanjutan dan tekanan kuat dari kompetisi di layanan cloud dan transformasi digital yang bisa merusak prospek optimis tersebut. Hal ini membuat pasar tetap berhati-hati dan menunggu sinyal lebih jelas tentang return perusahaan sebelum memberikan nilai lebih tinggi pada sahamnya. Bagi investor, ini waktu yang baik untuk membuka wawasan dengan melihat peluang lain yang berpotensi tinggi, termasuk saham dividen dengan hasil menarik dan sektor teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum. Analisis ini disajikan secara netral tanpa rekomendasi langsung untuk membeli atau menjual saham.

Analisis Ahli

Gartner Analyst
DXC's consistent book-to-bill ratio above 1.0 signals improving client demand which may translate to revenue growth if sustained over the next 12-18 months.
Morgan Stanley Analyst
While the near-term outlook remains cautious due to competitive pressures, the current valuation discount might present a buying opportunity for risk-tolerant investors focused on digital transformation trends.