AI summary
Kolaborasi antara NVIDIA, Oracle, dan DOE menciptakan superkomputer terbesar di AS untuk mendukung penelitian ilmiah. Teknologi NVQLink menghubungkan komputasi klasik dan kuantum, membuka peluang baru dalam pengembangan superkomputer. Palantir dan NVIDIA bekerja sama untuk menghadirkan AI ke dalam praktik operasional di berbagai sektor. NVIDIA dan Oracle bekerja sama bersama Departemen Energi Amerika Serikat untuk membangun dua superkomputer AI terbesar yang akan ditempatkan di Argonne National Laboratory. Superkomputer ini dinamai Solstice dan Equinox dan dirancang untuk mempercepat penelitian ilmiah dalam berbagai bidang mulai dari ilmu iklim hingga keamanan nasional.Solstice akan diperlengkapi dengan 100.000 GPU NVIDIA Blackwell, sedangkan Equinox dengan 10.000 GPU. Kedua sistem ini akan terhubung menggunakan teknologi jaringan berkecepatan tinggi NVIDIA, sehingga mampu memberikan total performa AI sebesar 2.200 exaflops, menjadikannya infrastruktur AI terkuat untuk Departemen Energi AS.Peneliti dapat memanfaatkan perangkat lunak NVIDIA Megatron-Core dan TensorRT™ untuk melatih dan menjalankan model AI canggih. Ini memungkinkan terciptanya apa yang disebut NVIDIA sebagai 'agentic AI workflows' yang mendukung open science dan mendorong produktivitas riset lebih tinggi lagi.Selain itu, NVIDIA mengembangkan NVQLink, sebuah arsitektur yang mengintegrasikan GPU dengan prosesor kuantum. Ini memungkinkan pertukaran data ultra-cepat antar unit GPU dan quantum, membuka jalan bagi superkomputer hibrida yang memperluas kemampuan komputasi di masa depan.Dalam kolaborasi terpisah, NVIDIA dan Palantir Technologies menggabungkan kemampuan mereka untuk membawa AI ke dalam dunia nyata yang lebih luas, membantu perusahaan dan pemerintahan menjalankan operasi yang lebih cerdas dan efisien, seperti yang dicontohkan oleh Lowe’s yang sedang mengoptimalkan rantai pasokannya memakai teknologi ini.
Inisiatif ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi publik-swasta dalam mendorong inovasi teknologi canggih, khususnya AI dan komputasi kuantum. Dengan infrastruktur sebesar ini, AS berpotensi mendominasi riset global, namun hal ini harus diimbangi dengan kebijakan yang kuat untuk memastikan teknologi tersebut digunakan secara etis dan inklusif.