TLDR
Menjilat antar kucing adalah bentuk kasih sayang dan kepercayaan. Perilaku ini juga berfungsi untuk menjaga kebersihan dan menciptakan aroma kelompok. Menjilat dapat menunjukkan status sosial dan membantu menghindari konflik di antara kucing. Kucing sering terlihat saling menjilat di kepala atau leher, yang biasanya dianggap sebagai tanda kasih sayang. Namun, perilaku ini sebenarnya merupakan bagian dari komunikasi sosial yang kompleks di antara kucing. Mereka menggunakan perilaku ini untuk menunjukkan rasa aman dan keakraban dalam kelompoknya.Menurut para ahli, seperti LeeAnna Buis, menjilat bukan hanya ungkapan cinta tetapi juga cara membantu membersihkan bagian tubuh yang sulit dijangkau. Hal ini menunjukkan kerjasama yang erat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan bulu serta kulit kucing.Selain itu, menjilat memiliki fungsi penting dalam membentuk aroma khas kelompok. Aroma tersebut membantu kucing mengenali siapa yang termasuk dalam kelompok dan siapa yang tidak, sehingga membuat mereka merasa lebih aman di lingkungan sosialnya.Menariknya, menjilat juga dapat menjadi mekanisme untuk mengurangi ketegangan sosial. Ketika situasi mulai tegang, seekor kucing dapat menjilat kucing lain sebagai bentuk menenangkan diri dan mencegah konflik. Namun, jika kucing yang dijilat merasa tertekan, ia bisa merespons dengan mendesis atau mencakar.Namun, jika perilaku menjilat dilakukan secara berlebihan, hal ini justru bisa menjadi tanda stres atau kecemasan pada kucing. Pemilik disarankan untuk memperhatikan perilaku ini agar dapat mengurangi stres pada kucing dan memastikan mereka memiliki ruang dan waktu bermain yang cukup.