Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa TV 8K Tidak Selalu Lebih Tajam untuk Mata Manusia

Sains
Neurosains and Psikologi
News Publisher
28 Okt 2025
170 dibaca
2 menit
Mengapa TV 8K Tidak Selalu Lebih Tajam untuk Mata Manusia

AI summary

Peningkatan resolusi televisi tidak selalu berarti peningkatan kualitas visual yang dirasakan oleh manusia.
Otak manusia memiliki batasan dalam memproses detail warna, yang dapat membuat teknologi resolusi tinggi menjadi kurang efisien.
Penelitian ini dapat membantu produsen teknologi untuk merancang perangkat yang lebih bermanfaat bagi pengguna umum.
Teknologi televisi kini berkembang sangat cepat, dengan layar ultra-high-definition seperti 4K dan 8K yang banyak ditawarkan produsen. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mata dan otak manusia memiliki batas dalam melihat detail yang sangat halus, terutama pada gambar berwarna.Dalam pengujian yang dilakukan para peneliti dari University of Cambridge dan Meta Reality Labs, ditemukan bahwa ketajaman penglihatan manusia hanya mencapai batas tertentu dalam melihat pixel per derajat pandang. Pada gambar berwarna, kemampuan ini bahkan lebih rendah dibanding gambar hitam-putih.Misalnya, jika Anda menonton TV 4K berukuran 44 inci dari jarak 2,5 meter, detail yang terlihat sudah lebih tajam daripada yang bisa diolah otak. Oleh karena itu, meningkatkan resolusi ke 8K tidak membuat gambar terlihat lebih jelas atau tajam bagi kebanyakan orang.Selain itu, layar dengan resolusi sangat tinggi seperti 8K juga membutuhkan biaya lebih, energi lebih besar, dan daya pemrosesan lebih banyak. Artinya, penggunaan teknologi ini dalam konteks kehidupan sehari-hari bisa menjadi pemborosan dan tidak efisien.Temuan ini penting bagi produsen agar dapat mengembangkan teknologi yang benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kemampuan penglihatan manusia, sehingga inovasi dapat lebih optimal dan tidak hanya sekadar menawarkan angka resolusi tinggi tanpa manfaat nyata.

Experts Analysis

Maliha Ashraf
Peningkatan resolusi dari 4K ke 8K pada ukuran layar dan jarak menonton tertentu tidak memberikan perbedaan visual yang nyata bagi manusia.
Profesor Rafał Mantiuk
Semakin banyak piksel di layar justru membuat perangkat kurang efisien, lebih mahal, dan membutuhkan daya pemrosesan lebih besar tanpa peningkatan manfaat penglihatan yang berarti.
Editorial Note
Meningkatkan resolusi TV tanpa memperhatikan bagaimana mata dan otak manusia memproses gambar adalah upaya yang mubazir dan hanya menimbulkan pemborosan sumber daya. Perlu adanya desain teknologi yang lebih manusiawi dan ekonomis agar inovasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh konsumen sehari-hari.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.