Fastly: Menilai Valuasi Saham di Tengah Upaya Bangkit Perusahaan Cloud
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
28 Okt 2025
273 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Fastly berusaha untuk melakukan comeback melalui kemitraan dan ekspansi.
Valuasi Fastly menunjukkan bahwa saham mungkin overvalued menurut analisis DCF.
Rasio P/S Fastly menunjukkan bahwa sahamnya diperdagangkan hampir sesuai dengan nilai wajar yang diharapkan.
Fastly adalah perusahaan yang bergerak dalam layanan cloud computing dan beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi besar pada harga sahamnya. Dalam jangka waktu lima tahun, saham ini turun tajam sekitar 87,2%, menandakan kepercayaan investor menurun drastis. Namun, dalam setahun terakhir sahamnya masih tumbuh positif sekitar 13,5%, menunjukkan ada potensi pembalikan arah yang sedang diperhatikan kalangan investor.
Perusahaan ini sedang berusaha memperbaiki posisinya dengan meluncurkan produk baru dan menjalin kemitraan strategis untuk memperluas platform edge cloud yang dimilikinya. Meski belum terlihat lonjakan besar pada harga saham, langkah ini penting untuk menilai bagaimana Fastly bisa tumbuh dan mengubah persepsi risiko di pasar saham.
Salah satu metode yang umum digunakan untuk menilai harga saham adalah Discounted Cash Flow (DCF), yang memperkirakan nilai berdasarkan arus kas masa depan. Menurut perhitungan DCF terkini, nilai wajar saham Fastly sekitar 6,95 dolar per lembar, sementara harga pasar saat ini lebih tinggi sekitar 19,7%, yang berarti saham dipatok overvalued atau lebih mahal dari perkiraan nilai sejatinya.
Selain DCF, metode Price-to-Sales (P/S) ratio juga dipakai karena Fastly belum konsisten menghasilkan laba bersih positif. P/S ratio Fastly adalah 2,15 kali, sedikit di bawah rata-rata industri yang sekitar 2,79, menunjukkan saham ini secara relatif dihargai dengan konservatif. Analisis yang lebih lengkap memperlihatkan bahwa harga saat ini masih berada di kisaran yang wajar berdasarkan potensi pendapatan perusahaan.
Simply Wall St juga menawarkan fitur khusus bernama Narratives yang memungkinkan investor membuat skenario valuasi berdasarkan pandangan mereka soal masa depan perusahaan. Dengan demikian, investor bisa membandingkan apakah mereka ingin melihat saham Fastly sebagai kesempatan investasi menarik atau justru untuk dikhawatirkan, sesuai asumsi dan risiko yang mereka terima.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Mengingat volatilitas dan risiko bisnis Fastly, DCF yang menunjukkan saham overvalued memberi sinyal agar investor menyelaraskan ekspektasi dengan realita cash flow yang masih terbatas.