Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Foxconn Investasi Rp 600 Triliun untuk Perkuat Platform AI dan Cloud

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (4mo ago) artificial-intelligence (4mo ago)
28 Okt 2025
20 dibaca
1 menit
Foxconn Investasi Rp 600 Triliun untuk Perkuat Platform AI dan Cloud

Rangkuman 15 Detik

Foxconn berinvestasi besar dalam kecerdasan buatan dan infrastruktur cloud.
Kolaborasi dengan Nvidia dan SoftBank menunjukkan fokus Foxconn pada teknologi masa depan.
Investasi ini bertujuan untuk memperluas layanan cloud dan pengembangan platform cerdas.
Foxconn, perusahaan pembuat elektronik terbesar di dunia, merencanakan investasi besar untuk memperkuat teknologi kecerdasan buatannya. Mereka akan membeli peralatan untuk membangun klaster komputer AI dan pusat superkomputer dengan nilai mencapai NTRp 701.40 triliun ($42 miliar) atau sekitar 1,37 miliar dolar AS. Investasi ini akan dilakukan dalam rentang waktu dari Desember 2025 hingga Desember 2026 dengan menggunakan dana perusahaan sendiri. Tujuan utamanya adalah memperluas layanan komputasi awan dan mempercepat pengembangan tiga platform pintar dari grup Foxconn. Foxconn juga sebelumnya mengumumkan kerja sama dengan Nvidia untuk membangun pusat AI yang mampu menggunakan daya listrik sebesar 100 megawatt di Taiwan. Ini menunjukkan keseriusan Foxconn dalam mengembangkan teknologi canggih di sektor AI. Selain itu, Foxconn berencana untuk memproduksi peralatan pusat data di AS bersama SoftBank di bekas pabrik kendaraan listriknya di Ohio. Ini bagian dari proyek Stargate yang fokus untuk mendukung infrastruktur AI di Amerika Serikat. Langkah-langkah tersebut menandai pergeseran strategis Foxconn, dari hanya menjadi manufaktur elektronik tradisional menjadi pemain penting dalam teknologi AI dan layanan cloud yang kini menjadi masa depan industri teknologi.

Analisis Ahli

Dr. Hendra Santosa (Ahli Teknologi Informasi)
Langkah Foxconn sangat strategis mengingat tren global yang bergerak cepat ke AI dan infrastruktur cloud. Investasi seperti ini diperlukan untuk menjaga daya saing dan inovasi jangka panjang perusahaan.
Prof. Maria Widjaja (Ekonom Industri)
Pengalihan fokus Foxconn terhadap layanan AI dan infrastruktur adalah respons yang tepat terhadap penurunan pasar tradisional. Namun, keberhasilan akan sangat bergantung pada kemampuannya mengelola investasi besar dan kemitraan teknologi.