10 Saham Fintech Terbaik untuk Investasi Rp28 Juta dengan Potensi Tinggi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Okt 2025
197 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Fintech memiliki potensi besar untuk mengubah layanan keuangan tradisional.
Pertumbuhan anggota dan produk yang ditawarkan menjadi kunci keberhasilan perusahaan fintech.
Teknologi dan inovasi adalah faktor penting dalam menarik pelanggan dan meningkatkan profitabilitas.
Perusahaan fintech sedang mengubah cara layanan keuangan bekerja dengan mengandalkan teknologi agar lebih terjangkau bagi konsumen dan mampu berkembang dengan menguntungkan. Inovasi ini membawa peluang sekaligus risiko karena banyak perusahaan fintech berusaha menciptakan pasar yang kuat di tengah persaingan.
SoFi Technologies adalah salah satu perusahaan fintech yang berhasil mengembangkan layanan dari pinjaman pendidikan menjadi solusi keuangan lengkap dengan lebih dari 11 juta pelanggan dan pertumbuhan yang solid dalam menghimpun dana deposito setelah mendapatkan izin bank.
Nu Holdings telah menguasai pasar perbankan digital di Amerika Latin, khususnya di Brasil dengan 107 juta pelanggan, dan sedang memperluas layanannya ke Meksiko dan Kolombia. Mereka juga menawarkan produk tambahan seperti layanan telepon dan marketplace untuk diversifikasi pendapatan.
Interactive Brokers awalnya adalah firma market maker tapi berubah menjadi platform trading yang sangat digemari investor ritel dan profesional berkat biaya transaksi rendah serta platform yang sangat otomatis, sehingga menghasilkan margin keuntungan yang tinggi dan risiko konservatif.
The Motley Fool mempertimbangkan 10 saham fintech unggulan yang diperkirakan akan memberikan pengembalian investasi besar di masa depan. Meskipun SoFi bukan salah satunya, perusahaan ini tetap menjadi pilihan menarik, terutama bagi investor yang fokus pada diversifikasi di sektor fintech.
Analisis Ahli
Courtney Carlsen
Memiliki posisi di Interactive Brokers Group, Nu Holdings, dan SoFi Technologies, menandakan keyakinan pada potensi pertumbuhan perusahaan-perusahaan ini, namun tetap memberi peringatan agar berhati-hati dalam memilih investasi fintech.