AI summary
PwC Australia meluncurkan platform audit berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan audit. Kolaborasi dengan Microsoft memungkinkan pembaruan berkelanjutan pada platform sesuai dengan teknologi baru. Pelatihan ekstensif bagi auditor penting untuk memastikan mereka siap menghadapi transisi ke teknologi baru. PwC Australia memulai program percontohan global dengan mengimplementasikan platform audit baru yang berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan nilai investasi mencapai 1 miliar dolar AS. Platform ini dirancang untuk mengotomatisasi proses audit, terutama dalam mengelola tugas-tugas rutin, sehingga mempercepat dan meningkatkan efektivitas audit bagi klien.Bekerja sama dengan Microsoft, PwC mengembangkan platform yang mampu diperbarui secara berkala sesuai perkembangan teknologi terbaru. Ini memungkinkan integrasi agen AI yang dapat menyesuaikan fungsionalitas audit menurut kebutuhan bisnis dan risiko yang dihadapi.Pilot program ini melibatkan lima klien audit di Australia dan akan diperluas ke seluruh klien PwC global pada tahun 2028. Penggunaan AI dalam platform tidak menggantikan manusia, melainkan mengelola alur kerja, analisis data, dan tugas teknis sehingga auditor dapat lebih fokus pada konteks, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang kompleks.Untuk mengantisipasi perubahan ini, PwC Australia mengadakan pelatihan intensif kepada seluruh auditor di unit Assurance, memastikan mereka siap menggunakan teknologi AI ini dengan efektif dan efisien. Hal ini juga diharapkan meningkatkan kualitas dan nilai tambah dalam hasil audit yang disampaikan kepada klien.Selain pengembangan platform audit, PwC juga mengadopsi Oracle Fusion Cloud ERP secara luas dalam jaringan internasionalnya untuk memperkuat kontrol keuangan, perencanaan, dan proses pelaporan bisnis dengan memanfaatkan AI. Langkah ini menandai transformasi digital yang semakin mendalam dalam operasional perusahaan akuntansi global.
Langkah PwC Australia ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengintegrasikan AI ke dalam praktik audit yang selama ini cukup konservatif. Namun, meskipun teknologi canggih, peran auditor manusia tetap krusial untuk menginterpretasi hasil analisis AI dalam konteks bisnis nyata, sehingga memastikan keputusan yang relevan dan etis.