Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kinerja Kuartal Kedua Alat Profesional: Lincoln Electric dan Pesaing di Tengah Tantangan Ekonomi

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (4mo ago) investment-and-capital-markets (4mo ago)
27 Okt 2025
5 dibaca
2 menit
Kinerja Kuartal Kedua Alat Profesional: Lincoln Electric dan Pesaing di Tengah Tantangan Ekonomi

Rangkuman 15 Detik

Pendapatan perusahaan peralatan profesional meningkat secara keseluruhan pada Q2.
Perusahaan seperti Hillman dan Lincoln Electric menunjukkan kinerja yang baik setelah laporan pendapatan.
Kennametal menghadapi tantangan dengan kinerja yang buruk dibandingkan ekspektasi analis.
Musim laporan keuangan kuartal kedua untuk industri alat dan peralatan profesional baru saja berakhir, menampilkan berbagai hasil dari perusahaan besar seperti Lincoln Electric dan Hillman. Industri ini sedang menghadapi perubahan tren dengan meningkatnya penggunaan otomasi dan perangkat yang terhubung untuk meningkatkan efisiensi dan pengumpulan data. Secara keseluruhan, sepuluh perusahaan yang dilacak melaporkan pendapatan yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis, yaitu 1,9%, sementara panduan pendapatan untuk kuartal berikutnya sesuai dengan harapan. Hal ini menjaga harga saham tetap stabil setelah laporan keuangan dirilis. Lincoln Electric berhasil meningkatkan pendapatan kuartal keduanya menjadi 1,09 miliar dolar AS atau naik 6,6% dari tahun sebelumnya, mengalahkan ekspektasi analis sebesar 5,1%. Sahamnya naik 8,2% sejak laporan. Hillman juga mencatat kenaikan pendapatan sebesar 6,2% dan kenaikan saham yang lebih besar, mencapai 19,7%. Sebaliknya, Kennametal mengalami kinerja yang mengecewakan dengan pendapatan turun 4,9% dan gagal memenuhi ekspektasi analis. Akibatnya, harga sahamnya turun 9,4%. Perusahaan lain seperti Snap-on dan Fortive melaporkan hasil yang memuaskan tetapi dengan pergerakan harga saham yang beragam. Kebijakan moneter The Fed yang menurunkan suku bunga serta kemenangan Donald Trump dalam pemilu 2024 telah memberikan dorongan positif bagi pasar saham secara umum tahun ini. Namun, ketidakpastian kebijakan ekonomi dan potensi perubahan tarif serta pajak tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai bagi investor ke depan.