Apakah Saham Snap Nilai Jual yang Menjanjikan di Tengah Fluktuasi Besar?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Okt 2025
31 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Snap dianggap undervalued berdasarkan analisis DCF dan rasio P/S.
Perusahaan berfokus pada teknologi augmented reality dan kemitraan dengan pembuat konten untuk meningkatkan pertumbuhan.
Narratives memberikan kerangka kerja bagi investor untuk menyesuaikan proyeksi mereka sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan perusahaan.
Saham perusahaan Snap telah menunjukkan fluktuasi yang signifikan sepanjang tahun, dengan penurunan harga yang cukup tajam dalam jangka panjang hingga mencapai 80,5 persen. Hal ini membuat para investor bertanya-tanya apakah pasar mulai melihat nilai sebenarnya dari perusahaan ini atau justru mengantisipasi gangguan lebih lanjut di masa depan.
Beberapa perkembangan positif seperti perluasan fitur augmented reality dan kerja sama dengan kreator konten besar dipercaya dapat mendorong pertumbuhan pengguna dan pendapatan iklan. Meski demikian, persaingan di industri media sosial tetap menjadi tantangan utama bagi Snap.
Dari sisi valuasi, metode Discounted Cash Flow menunjukkan bahwa saham Snap diperdagangkan jauh di bawah nilai wajarnya, dengan potensi kenaikan nilai intrinsik sebesar 58,1 persen. Harga per saham berdasarkan model ini adalah Rp 31.71 juta ($18,99) , sedangkan saham saat ini diperdagangkan jauh di bawah angka tersebut.
Metode valuasi lain menggunakan Price-to-Sales ratio menunjukkan bahwa Snap saat ini memiliki nilai yang sedikit di bawah rata-rata yang dianggap adil oleh pasar. Ini mengindikasikan bahwa secara fundamental, saham Snap masih bisa dianggap undervalued, namun tidak secara drastis.
Fitur unik 'Narratives' memberikan kemampuan kepada investor untuk membuat proyeksi valuasi sendiri berdasarkan ekspektasi mereka terhadap bisnis Snap. Dengan cara ini, investor bisa lebih percaya diri dalam membuat keputusan investasi yang sesuai dengan pandangan dan toleransi risiko masing-masing.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Snap memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan, terutama jika mampu meningkatkan monetisasi produk dan mempertahankan pangsa pasar dalam industri media sosial yang kompetitif, namun valuasi harus didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.Mary Meeker
Inovasi produk dan kemitraan strategis menjadi kunci bagi Snap untuk bangkit kembali, terutama dalam memanfaatkan augmented reality yang sedang meroket sebagai diferensiasi dari kompetitor.