Elon Musk Bangun Superkomputer Super Cepat, Jadi 'Superhuman' versi Nvidia
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Okt 2025
256 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Elon Musk berhasil membangun superkomputer terbesar dengan bantuan 100.000 GPU dalam waktu yang sangat singkat.
Pertumbuhan industri AI diperkirakan akan terus meningkat, menciptakan peluang besar bagi perusahaan teknologi.
Nvidia tetap menjadi pemain kunci dalam penyediaan hardware untuk data center dan superkomputer.
Elon Musk, yang dikenal sebagai CEO Tesla, baru-baru ini membuat terobosan besar dalam dunia kecerdasan buatan melalui perusahaan barunya, xAI. Perusahaan ini berhasil membangun sebuah superkomputer bernama 'Colossus' yang sangat luar biasa dengan menggunakan 100.000 unit GPU dari Nvidia.
CEO Nvidia, Jensen Huang, mengaku terkesan dan memuji kemampuan Elon Musk dalam memahami teknik yang dianggapnya 'superhuman'. Ia menjelaskan bahwa pencapaian ini sangat jarang dan sulit ditandingi karena kecepatan pembangunan dan skala superkomputer tersebut.
Pembangunan inti superkomputer ini hanya memakan waktu 19 hari, walau keseluruhan proyek memakan waktu sekitar 122 hari, dengan total biaya sekitar 7 miliar dolar AS. Ini menandai sebuah pencapaian besar di industri teknologi dan AI.
Nvidia memiliki pangsa pasar yang dominan dalam menyediakan GPU untuk pusat data dan superkomputer, dan pencapaian xAI ini menunjukkan percepatan luar biasa dalam pembangunan fasilitas teknologi canggih yang memungkinkan pengembangan AI lebih cepat dan lebih kuat.
Selain itu, analisis dari Motley Fool menyebutkan ada 10 saham teknologi lain yang dianggap lebih menjanjikan dibanding Nvidia untuk investasi saat ini, sehingga investor dianjurkan untuk mempertimbangkan pilihan lain dalam portofolio mereka.
Analisis Ahli
Jensen Huang
Elon Musk memiliki pemahaman teknik yang sangat luar biasa dan pencapaian pembangunan superkomputer ini hampir mustahil dicapai oleh perusahaan lain dalam waktu singkat.Ryan Vanzo
Meskipun Nvidia memimpin pasar GPU, ada alternatif saham teknologi lain yang diprediksi memiliki potensi pertumbuhan lebih besar dalam jangka panjang.