Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

JPMorgan Izinkan Bitcoin dan Ethereum Jadi Jaminan Pinjaman Institusional

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
YahooFinance YahooFinance
24 Okt 2025
112 dibaca
2 menit
JPMorgan Izinkan Bitcoin dan Ethereum Jadi Jaminan Pinjaman Institusional

Rangkuman 15 Detik

JPMorgan berencana untuk meningkatkan penggunaan Bitcoin dan Ethereum dalam sistem kredit tradisional.
Integrasi aset kripto menghadapi tantangan signifikan dalam hal manajemen risiko dan valuasi.
Lembaga keuangan besar semakin mengadopsi aset digital, menandakan pergeseran menuju penerimaan kripto dalam pasar tradisional.
JPMorgan Chase & Co. sedang mempersiapkan program yang memungkinkan klien institusional mereka menggunakan Bitcoin dan Ethereum sebagai jaminan pinjaman. Hal ini menandai langkah penting karena bank besar mulai mengintegrasikan aset kripto ke dalam sistem kredit yang sebelumnya hanya mendukung aset keuangan tradisional. Program ini direncanakan diluncurkan pada akhir tahun 2025 dan akan menggunakan kustodian pihak ketiga untuk menjaga aset kripto yang dijaminkan. Dengan demikian, JPMorgan bisa meminimalkan risiko dengan tidak langsung menjaga aset digital itu sendiri. Langkah JPMorgan ini mengikuti tren sektor perbankan AS yang mengadopsi aset digital, seperti BNY Mellon dan Goldman Sachs yang sudah menawarkan produk tokenized, serta Morgan Stanley yang akan mempermudah perdagangan kripto untuk klien ritel mereka. Namun, ada tantangan besar untuk bank karena Bitcoin dan Ethereum merupakan aset yang sangat volatil dan beroperasi 24 jam sehari. Sistem pengelolaan risiko yang ada harus berkembang untuk menangani pergerakan harga yang cepat dan potensi risiko terkait penyimpanan digital serta likuiditas. Para ahli menyoroti bahwa integrasi kripto dalam sistem perbankan tradisional harus menyesuaikan aturan mainnya dengan karakteristik unik dari aset digital tersebut. Bank perlu menerapkan margin dinamis dan teknologi oracle off-chain untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem secara real-time.

Analisis Ahli

Samuel Patt
Integrasi Bitcoin dalam sistem perbankan tradisional menciptakan konflik karena Bitcoin dirancang untuk mengeliminasi risiko pihak ketiga, bukan untuk direhypotek dalam sistem yang sama. Penanganan aset kripto ini membutuhkan framework baru yang mampu mengelola margin dinamis, data oracle off-chain, dan asuransi kustodian sebagai standar pengelolaan risiko.