Amazon Diprediksi Tumbuh Pesat dari Iklan, Grosir, dan Kebangkitan AWS AI
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
24 Okt 2025
136 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Amazon diperkirakan akan mengalami pertumbuhan berkat investasi di iklan dan ekspansi grocery.
AWS tetap berkuasa di pasar, meskipun ada pandangan negatif tentang pertumbuhannya dalam konteks AI.
Valuasi Amazon saat ini dianggap menarik bagi investor, dengan potensi untuk rebound yang signifikan.
Analis dari KeyBanc baru-baru ini memulai liputan mereka terhadap saham Amazon.com dengan memberikan rating Overweight dan menetapkan target harga Rp 5.01 juta ($300) . Mereka melihat potensi pertumbuhan perusahaan yang didukung oleh ekspansi dalam bisnis iklan dan sektor grosir, serta pemulihan yang diabaikan oleh investor dalam unit cloud Amazon, yaitu AWS.
Amazon semakin menguatkan posisinya di pasar ritel dengan meningkatkan pendapatan dari iklan. Selain itu, ekspansi layanan pengiriman grosir yang akan menjangkau lebih dari 2.300 kota di Amerika Serikat pada akhir 2025 diproyeksikan bisa mendorong pertumbuhan regional, terutama saat pemain-pemain grosir kecil mulai kehilangan pangsa pasar.
AWS, yang saat ini menyumbang sekitar 60% dari pendapatan operasional Amazon, tetap menjadi pemimpin pasar infrastruktur cloud dengan pangsa pasar sebesar 38%, unggul dari Microsoft dan Google. Meskipun pertumbuhan AWS saat ini lebih lambat, hal itu dianggap sebagai akibat dari keterbatasan kapasitas bukan karena menurunnya permintaan.
KeyBanc juga menyoroti pentingnya jaringan iklan Amazon yang berkembang, termasuk platform demand-side dan kemitraan dengan media pihak ketiga. Mayoritas pendapatan tetap berasal dari iklan di situs Amazon.com dan Prime Video, namun adanya pertumbuhan dari jaringan iklan di luar platform diharapkan memberikan tambahan pendapatan di masa depan.
Dari sisi penilaian saham, Amazon diperdagangkan di level 22,9 kali laba proyeksi tahun 2027, yang masih di bawah rata-rata historis. Hal ini dianggap sebagai peluang masuk yang menarik bagi investor, terutama dengan potensi AWS yang akan kembali tumbuh kuat berkat investasi infrastruktur baru dan perkembangan AI.
Analisis Ahli
KeyBanc Analysts
AWS bukanlah pemain yang tertinggal dalam AI; pertumbuhan yang lebih lambat saat ini dikarenakan keterbatasan kapasitas, bukan oleh permintaan yang berkurang. Investasi baru seperti Project Rainier dapat mempercepat pertumbuhan AWS pada 2026.