TLDR
Pengembang Near akan mengurangi inflasi token meskipun ada penolakan dari komunitas. Keputusan ini menimbulkan kritik tentang integritas dan transparansi dalam pengambilan keputusan blockchain. Validator di Near memiliki peran penting dalam mendukung atau menolak kebijakan baru melalui upgrade perangkat lunak. Near adalah sebuah blockchain senilai 2,8 miliar dolar AS yang baru-baru ini ingin mengurangi inflasi tokennya menjadi separuh dari sebelumnya. Inflasi ini adalah jumlah token baru yang dibuat sebagai hadiah bagi validator yang menjaga jaringan. Namun, proposal ini mendapat penolakan dalam voting karena tidak mencapai jumlah pemilih yang dibutuhkan.Meski voting gagal, para pengembang Near tidak menyerah. Mereka akan memicu pengurangan inflasi secara otomatis jika 80% dari validator memperbarui perangkat lunak mereka ke versi terbaru. Cara ini dianggap kontroversial karena dianggap menerapkan keputusan tanpa persetujuan penuh dari komunitas.Sebagian validator, seperti Chorus One, tidak setuju dengan langkah ini karena merasa pengembang melanggar prinsip governance yang seharusnya demokratis dan transparan. Di sisi lain, banyak validator yang ikut voting mendukung pemotongan inflasi, menunjukkan keinginan komunitas kadang tidak tercermin dalam kuorum voting.Para pendukung pemotongan inflasi berargumen bahwa ini bisa memperketat pasokan token Near sehingga nilai token bisa lebih stabil atau meningkat. Namun, jika harga token tidak naik, penghasilan validator sebagai penghargaan token baru akan berkurang, yang dapat menimbulkan risiko bagi keamanan jaringan.Upgrade blockchain ini dijadwalkan mulai 28 Oktober dan akan berlangsung selama tiga minggu. Validator yang setuju dapat mendukung dengan memperbarui perangkat lunak mereka, sementara yang menolak dapat memindahkan stake mereka. Ke depan, Near akan mengandalkan keyakinan validator untuk menentukan masa depan inflasi token mereka.