AI summary
Senator Demokrat dan Republik memiliki pandangan yang berbeda dalam proses legislasi untuk industri cryptocurrency. Ada ketidakpuasan di kalangan senator Demokrat terhadap cara industri crypto merespons proposal regulasi. Investor crypto semakin pesimis terhadap kemungkinan legislasi yang akan disahkan dalam waktu dekat. Para senator Demokrat di Amerika Serikat mengecam CEO perusahaan kripto dalam pertemuan di Capitol Hill karena dianggap mendukung partai Republik dalam negosiasi undang-undang regulasi aset digital. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa rancangan legislasi pasar kripto, yang dikenal dengan nama CLARITY Act, tidak akan selesai pada tahun ini.Senate Banking Chair Tim Scott dari Partai Republik berusaha mendorong agar rancangan undang-undang selesai sebelum Hari Thanksgiving, namun tuntutan ini ditentang oleh senator Demokrat yang ingin proses penulisan undang-undang dilakukan secara bersama-sama dan benar-benar melibatkan semua pihak secara adil.Pekerjaan legislasi tersebut semakin rumit setelah proposal regulasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dari Demokrat bocor ke publik dan mendapat kritik keras dari kalangan industri kripto. Hal ini memicu kemarahan senator Demokrat yang menuduh para CEO kripto menjadi alat politik partai Republik.Di tengah ketegangan, CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan pertemuan berlangsung sangat baik dan ada dukungan bipartisan yang kuat untuk menyelesaikan masalah pasar kripto. Namun di balik layar, masih ada perbedaan pandangan yang signifikan mengenai aturan dan pengawasan yang tepat.Kepercayaan investor kripto sedang menurun akibat ketidakpastian regulasi ini dengan prediksi kemungkinan disahkan undang-undang baru tahun ini menurun drastis. Hal ini bisa menunda kejelasan pasar aset digital dan melemahkan posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi keuangan.
Ketegangan politik di antara senator dan ketidakpercayaan terhadap CEO industri kripto menghambat kemajuan regulasi yang sangat dibutuhkan. Tanpa kompromi serius, legislatif ini mungkin malah melemahkan posisi AS dalam pengaturan aset digital global dan memberikan ruang bagi ketidakpastian yang lebih luas bagi para pelaku pasar.