Kinerja Kuat Travel + Leisure dan Tantangan Segmen Kunci di 2025
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
23 Okt 2025
181 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Travel + Leisure menunjukkan peningkatan dalam penjualan dan pendapatan yang mendukung narasi investasi jangka pendek.
Peningkatan aktivitas pembelian kembali saham menunjukkan kepercayaan perusahaan, meskipun risiko tetap ada di segmen tertentu.
Proyeksi pendapatan dan laba untuk 2028 menunjukkan perlunya pertumbuhan tahunan yang stabil untuk mencapai target.
Travel + Leisure Co. baru saja mengumumkan hasil kuartal ketiga tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan penjualan dan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga menaikkan perkiraan penjualan bruto Vacation Ownership Interest (VOI) untuk tahun penuh 2025 menjadi kisaran Rp 40.91 triliun (US$2,45 miliar) hingga Rp 41.75 triliun (US$2,50 miliar) , sedikit lebih tinggi dari panduan sebelumnya.
Margin operasional Travel + Leisure meningkat sebesar 1,5 poin persentase dibandingkan tahun lalu, menandakan efisiensi bisnis yang meningkat dan momentum yang kuat di segmen inti mereka. Perusahaan juga melakukan pembelian kembali saham senilai Rp 1.17 triliun (US$70,01 juta) , yang setara dengan hampir 2% dari saham yang beredar, memberikan sinyal kepercayaan kepada pasar.
Penguatan panduan dan performa keuangan ini memberikan dukungan terhadap prospek investasi jangka pendek di Travel + Leisure. Namun demikian, ada peringatan penting terkait segmen Travel and Membership, yang masih menghadapi gangguan dan penurunan pendapatan yang dapat berdampak negatif pada kinerja keseluruhan perusahaan jika tidak berhasil diperbaiki.
Secara fundamental, perusahaan berambisi mencapai pendapatan sebesar Rp 73.48 triliun (US$4,4 miliar) dengan laba Rp 8.47 triliun (US$506,9 juta) pada tahun 2028, yang mengharuskan pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 3,9%. Namun, fair value saham saat ini diestimasi mengalami potensi penurunan sekitar 4% dari harga pasar, menandakan adanya ketidakpastian di pasar.
Investor disarankan berhati-hati terhadap risiko yang mungkin timbul dari ketergantungan perusahaan pada pendapatan VOI, terutama jika terjadi perubahan mendadak dalam preferensi konsumen atau pola perjalanan. Meski demikian, penguatan kinerja kuartal dan langkah pembelian saham memberikan peluang bagi investor yang siap menanggung risiko.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Travel + Leisure harus mendiversifikasi sumber pendapatannya untuk mengurangi risiko terkait ketergantungan yang tinggi pada VOI dan memperkuat daya tahan bisnis menghadapi perubahan tren perjalanan.Cathy Wood
Teknologi dan inovasi dalam manajemen pengalaman perjalanan dapat menjadi kunci supaya Travel + Leisure mempertahankan relevansi dan menarik demografis yang lebih muda.