Redwood Materials Kembangkan Bisnis Penyimpanan Energi untuk Pusat Data AI
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
23 Okt 2025
55 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Redwood Materials berkomitmen untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam daur ulang baterai.
Perusahaan ini memanfaatkan baterai EV bekas untuk menyediakan energi bagi pusat data AI.
Investasi baru akan membantu Redwood Materials memperluas kapasitas produksi dan meningkatkan tim operasionalnya.
Redwood Materials adalah perusahaan yang fokus pada daur ulang baterai dan produksi bahan untuk baterai. Mereka baru saja mengumpulkan dana sebesar 350 juta dolar untuk mengembangkan bisnis penyimpanan energi mereka. Pendanaan ini dipimpin oleh venture firm Eclipse dan mendapat investasi strategis dari NVentures, bagian dari Nvidia.
Perusahaan ini didirikan oleh JB Straubel, mantan CTO Tesla, pada 2017 dengan tujuan membuat rantai pasok baterai yang berkelanjutan melalui daur ulang. Redwood mengambil baterai yang tidak terpakai atau rusak dari berbagai sumber seperti ponsel dan laptop dan mengolahnya menjadi bahan seperti kobalt, nikel, dan lithium.
Selain daur ulang, Redwood juga memproduksi katoda baterai dan menjalankan bisnis penyimpanan energi baru menggunakan baterai EV bekas yang masih memiliki sisa daya. Bisnis penyimpanan energi ini sangat relevan untuk menyediakan listrik bagi pusat data AI dan industri besar yang sangat membutuhkan banyak energi.
Saat ini, Redwood telah mengumpulkan lebih dari 1 gigawatt-jam baterai bekas dan berambisi untuk mencapai 20 gigawatt-jam penyimpanan energi pada tahun 2028. Sistem penyimpanan ini menggabungkan baterai EV bekas dengan sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari.
Dengan teknologi dan pendekatan yang inovatif, Redwood Materials berpotensi menjadi pemain utama dalam penyimpanan energi hijau dengan memanfaatkan baterai yang sudah tidak terpakai. Hal ini juga mendukung pengurangan dampak lingkungan dari produksi baterai baru dan memenuhi kebutuhan energi untuk teknologi masa depan seperti AI.
Analisis Ahli
JB Straubel
Memanfaatkan baterai EV bekas sebagai solusi penyimpanan energi adalah inovasi krusial yang mengurangi limbah sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih secara luas.