AI summary
Tesla mencatat keuntungan signifikan dari kepemilikan Bitcoin meskipun tidak menjual atau menambah aset kripto. Perusahaan telah mengadopsi aturan akuntansi nilai wajar untuk melaporkan aset digitalnya. Kinerja Bitcoin yang baik menunjukkan pemulihan pasar aset digital. Tesla melaporkan keuntungan sebesar 80 juta dolar AS pada kuartal ketiga tahun 2025 dari aset Bitcoin yang dimilikinya tanpa melakukan penjualan baru. Perusahaan masih memegang 11.509 Bitcoin yang nilainya mencapai 1,31 miliar dolar AS, meningkat dari kuartal sebelumnya karena harga Bitcoin naik.Perusahaan menerapkan aturan akuntansi baru yang mengharuskan melaporkan nilai Bitcoin berdasarkan harga pasar saat ini, bukan biaya historis, sehingga keuntungan dari kenaikan harga Bitcoin dapat dicatat sebagai ‘other income’. Ini merupakan keuntungan terbesar dari aset digital sejak 2021.Meskipun pendapatan Tesla naik menjadi 25,18 miliar dolar AS, laba bersih turun 37% menjadi 1,37 miliar dolar AS atau 39 sen per saham, disebabkan oleh penurunan harga mobil listrik dan kenaikan biaya operasional lebih dari 50% yang sebagian besar dialokasikan untuk riset dan pengembangan termasuk kecerdasan buatan.Tesla menganggap Bitcoin sebagai alternatif likuid terhadap uang tunai dan tetap menjaga aset Bitcoin sebagai bagian dari cadangan strategis sejak investasi awalnya pada awal 2021. Perusahaan tidak menambah atau mengurangi kepemilikan Bitcoin sejak awal 2022.Sementara itu, wallet terkait SpaceX memindahkan Bitcoin senilai sekitar 268 juta dolar AS pada aktivitas internal, memperlihatkan dinamika pengelolaan aset digital dalam perusahaan-perusahaan milik Elon Musk sekaligus menandakan tren perusahaan besar yang beradaptasi dengan aset kripto.
Keputusan Tesla untuk tidak menjual Bitcoin dan menyimpan aset digitalnya memperlihatkan kepercayaan tinggi pada prospek jangka panjang kripto sebagai pilarm likuiditas baru. Namun, melemahnya laba bersih akibat harga mobil yang lebih rendah dan biaya operasi yang tinggi menunjukkan tantangan serius yang harus dihadapi Tesla untuk memperbaiki profitabilitasnya di tengah investasi besar pada AI dan riset.