Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Analisis Saham iQIYI: Peluang dan Risiko di Tengah Perubahan Industri Streaming

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
22 Okt 2025
51 dibaca
2 menit
Analisis Saham iQIYI: Peluang dan Risiko di Tengah Perubahan Industri Streaming

Rangkuman 15 Detik

iQIYI diperkirakan undervalued dengan potensi upside yang signifikan berdasarkan analisis.
Regulasi baru di Tiongkok dapat meningkatkan efisiensi produksi konten dan margin keuntungan.
Tantangan dalam mempertahankan pendapatan dan biaya tinggi produksi dapat mempengaruhi prospek pertumbuhan iQIYI.
iQIYI telah mengalami pergerakan harga saham yang fluktuatif selama satu tahun terakhir. Dalam sebulan terakhir, harga sahamnya turun sebesar 16,92%, padahal secara year-to-date harga saham ini masih naik 8,54%. Namun, total pengembalian selama satu tahun tetap negatif sebesar 16,28%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan, saham iQIYI masih menghadapi tantangan besar. Analisis berbasis nilai wajar menunjukkan bahwa iQIYI dihargai sekitar Rp 4.07 juta (US$2,44) per saham, lebih tinggi 11,5% dibanding harga terakhir yang sebesar Rp 3.61 juta (US$2,16) . Penilaian ini berasal dari proyeksi peningkatan kinerja keuangan, regulasi yang lebih efisien, dan tren positif dalam industri media streaming di Tiongkok yang berpotensi mendukung pertumbuhan iQIYI. Regulasi digital baru di Tiongkok membantu mempercepat siklus produksi konten serta memberi fleksibilitas lebih pada pembuat konten. Ini dapat menurunkan biaya produksi dan memperbaiki margin keuntungan serta efisiensi modal kerja perusahaan, memungkinkan iQIYI membawa konten yang relevan ke pasar lebih cepat dibanding sebelumnya. Namun, ada risiko besar yang harus diperhatikan seperti penurunan jumlah pelanggan dan pendapatan iklan, serta tingginya biaya produksi konten berkualitas tinggi. Faktor-faktor ini dapat memperlambat laju pertumbuhan iQIYI dan menimbulkan tekanan pada keuntungan perusahaan di masa depan. Selain itu, analisis model Diskonto Arus Kas (DCF) dari Simply Wall St menunjukkan nilai intrinsik yang lebih rendah dibanding harga pasar saat ini. Ini menimbulkan pertanyaan apakah pasar terlalu optimis atau ada informasi yang belum tercermin dalam model. Investor harus hati-hati dan tetap melakukan riset sebelum membuat keputusan.

Analisis Ahli

James Wang (Analis Media Digital)
iQIYI menunjukkan dinamika yang menarik dalam industri streaming Tiongkok, namun ketergantungan pada konten blockbuster membawa risiko besar terhadap margin keuntungan dalam jangka panjang.