GM Akan Hentikan Dukungan Apple CarPlay dan Android Auto di Mobil Baru
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
22 Okt 2025
134 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
GM akan menghentikan dukungan untuk Apple CarPlay dan Android Auto di semua model kendaraan.
Mary Barra menekankan bahwa fokus saat ini adalah pada pengembangan kendaraan listrik dan teknologi baru.
Peluncuran platform komputasi terpusat GM diharapkan akan terjadi pada tahun 2028.
GM telah mengumumkan bahwa mereka berencana menghentikan fitur proyeksi ponsel seperti Apple CarPlay dan Android Auto di semua kendaraan baru mereka, termasuk mobil berbahan bakar bensin dan listrik. Keputusan ini mengikuti inisiatif mereka untuk memperbarui sistem infotainment dengan teknologi terbaru dari Google.
Mary Barra, CEO GM, menjelaskan bahwa transisi ini dilakukan secara bertahap karena portofolio GM yang luas, dan prioritas awal diberikan pada kendaraan listrik. Namun, setelah peluncuran sistem baru pada tahun 2028, semua kendaraan baru diharapkan tidak lagi memiliki fitur proyeksi ponsel tradisional.
Sebagai gantinya, GM mengembangkan platform komputasi terpusat dan sistem infotainment yang didukung oleh asisten Google Gemini. Sistem ini juga memuat aplikasi-aplikasi khusus yang dibuat secara internal maupun dengan kerjasama mitra mereka, mencoba memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi dan modern bagi pengguna.
Langkah ini mendapat tanggapan beragam karena banyak pengguna yang sudah terbiasa dengan Apple CarPlay dan Android Auto sebagai fitur standar kendaraan saat ini. GM tetap optimis bahwa sistem mereka yang baru akan membawa lebih banyak manfaat jangka panjang dalam kemudahan penggunaan dan fungsionalitas.
Secara keseluruhan, perubahan ini mencerminkan tren industri otomotif yang makin mengutamakan software dan integrasi ekosistem digital yang lebih solid, meskipun ini berarti tantangan besar bagi konsumen dan pengembang aplikasi yang selama ini mengandalkan fitur proyeksi ponsel.
Analisis Ahli
Nilay Patel
Langkah GM menghapus dukungan proyeksi ponsel menandai pergeseran besar dalam industri otomotif, memperlihatkan bagaimana software menjadi kunci utama di mobil masa depan.

