TLDR
Mingyang Smart Energy berencana mengembangkan turbin angin terapung terbesar dengan kapasitas 50 megawatt. Turbin baru ini dirancang untuk beroperasi dalam kondisi badai ekstrem dan akan diproduksi di Guangdong. Perusahaan ini juga berinvestasi di Skotlandia untuk memperluas jangkauan pasar mereka di Eropa. Mingyang Smart Energy, perusahaan pembuat turbin angin swasta terbesar di China, mengumumkan pengembangan turbin angin terapung terbesar di dunia dengan kapasitas 50 megawatt. Turbin ini memiliki desain unik dengan dua kepala berbentuk V yang masing-masing berputar menggunakan mesin 25 megawatt, hampir dua kali lipat kapasitas turbin terapung terkuat saat ini.Turbine baru ini dirancang untuk digunakan di perairan dalam dengan rotor selebar 290 meter, yaitu lebih panjang dari tiga lapangan sepak bola. Teknologi ini dapat bertahan di kondisi angin yang sangat kuat hingga kategori 5 badai, menunjukkan daya tahan tinggi dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti badai topan.Mingyang mengklaim biaya produksi per kilowatt akan turun drastis menjadi kurang dari USD 1.300, jauh di bawah biaya rata-rata yang ada di pasar Eropa dan China. Dengan harga produksi yang lebih murah, teknologi ini diharapkan lebih cepat diterima secara global dan membantu menurunkan harga energi terbarukan.Produksi massal untuk turbin ini direncanakan mulai tahun 2026 dengan kapasitas awal 50 unit per tahun, yang kemudian dapat ditingkatkan menjadi 150 unit yang akan diproduksi di pabrik baru di Guangdong, China. Rencana ekspansi juga termasuk investasi di Skotlandia untuk memasuki pasar Eropa.Pengembangan turbin ini menandai kemajuan pesat China di bidang energi terbarukan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam teknologi energi angin laut dalam. Teknologi baru ini diperkirakan akan membantu mempercepat pengembangan listrik tenaga angin di perairan dalam di seluruh dunia.