AI summary
Sisternet Festival 2025 mendukung pemberdayaan perempuan di era digital. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta penting untuk kesetaraan digital gender. Teknologi dapat menjadi kekuatan pendorong untuk perubahan positif bagi perempuan. PT XLSMART Telecom Sejahtera mengadakan Sisternet Festival 2025 dengan tema 'Kreasi Tanpa Batas, Mandiri Berdaya' untuk menguatkan peran perempuan Indonesia di era digital. Festival ini juga menandai peluncuran gerakan nasional terbaru #1JutaSisterDigital yang menjadi inisiatif penting dalam pemberdayaan perempuan melalui teknologi dan literasi digital.Program Sisternet telah sukses menjangkau 1,3 juta perempuan di Indonesia sebagai wadah edukasi digital. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan berbagai mitra seperti Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Motorola menjadi kunci keberhasilan acara dan program ini.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi, menyatakan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan adalah agenda strategis nasional. Namun, data menunjukkan masih ada kesenjangan dalam penggunaan teknologi digital di kalangan pelaku UMKM perempuan yang harus diatasi dengan akses yang setara dan pelatihan yang memadai.Festival dihadiri lebih dari 500 peserta perempuan dari komunitas, lembaga pemerintah, dan pelaku UMKM. XLSMART melalui CEO Rajeev Sethi menegaskan bahwa berbagai program Sisternet dirancang untuk menjembatani kesenjangan digital, membangun jaringan, serta memberikan kesempatan bagi perempuan agar lebih kreatif, mandiri, dan berdaya secara ekonomi.Dukungan dari layanan unggulan XLSMART dan mitra UMKM binaan memastikan manfaat program semakin meluas. Program #1JutaSisterDigital diharapkan terus berlanjut sebagai pilar keberlanjutan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan talenta digital perempuan demi kemajuan ekonomi digital Indonesia menuju 2045.
Inisiatif Sisternet dan festival ini menjadi contoh positif kolaborasi efektif antara pemerintah dan swasta yang bisa sangat mempercepat inklusi digital perempuan. Namun, perlu ada evaluasi berkelanjutan untuk memastikan akses dan pelatihan mencapai daerah-daerah yang masih kurang terlayani, agar manfaatnya benar-benar merata.