Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Chery Perkenalkan Baterai Solid-State dengan Jarak Tempuh Mobil Listrik 800 Mil

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
InterestingEngineering InterestingEngineering
19 Okt 2025
227 dibaca
2 menit
Chery Perkenalkan Baterai Solid-State dengan Jarak Tempuh Mobil Listrik 800 Mil

Rangkuman 15 Detik

Baterai solid-state Chery dapat menggandakan jarak tempuh kendaraan listrik.
Inovasi dalam teknologi baterai dapat meningkatkan keamanan dan daya tahan kendaraan listrik.
Chery berpotensi menjadi pelopor dalam komersialisasi baterai solid-state di industri otomotif.
Chery, produsen mobil besar asal China, baru saja memperkenalkan prototype baterai solid-state terbaru yang menampilkan energi densitas sangat tinggi, yaitu 600 Wh/kg. Ini hampir dua kali lipat kemampuan baterai lithium-ion yang banyak dipakai di kendaraan listrik saat ini yang biasanya berada di sekitar 250–300 Wh/kg. Dengan peningkatan kapasitas ini, mobil listrik bisa melaju lebih jauh dalam sekali pengisian baterai. Baterai baru ini menggunakan teknologi "in-situ polymerized solid electrolyte" yang menggantikan elektrolit cair berbahaya yang mudah terbakar, sehingga membuat baterai menjadi jauh lebih aman. Selain itu, baterai ini juga memakai katoda lithium-rich manganese yang tidak hanya menyimpan energi lebih banyak tapi juga meningkatkan keamanan keseluruhan baterai. Dengan baterai solid-state yang baru, kendaraan listrik bisa menempuh jarak hingga 1287.47 km (800 mil) atau sekitar 1.300 kilometer hanya dalam satu kali pengisian, dibandingkan dengan mobil EV jarak jauh saat ini yang bisa menempuh antara 311 hingga 373 mil. Hal ini tentu saja akan mengurangi kecemasan pengguna EV terkait jarak tempuh atau 'range anxiety'. Chery memiliki rencana untuk memulai pilot produksi baterai ini pada tahun 2026 dan kemudian mengikuti dengan produksi massal di tahun 2027. Jika target ini tercapai, mereka bisa menjadi salah satu perusahaan otomotif pertama di dunia yang memproduksi baterai solid-state dengan energi densitas sangat tinggi, bersaing dengan perusahaan besar lain seperti BYD, CATL, dan Toyota. Meski banyak keuntungan, tantangan signifikan masih ada terkait biaya produksi yang jauh lebih mahal, sekitar 2,8 kali lipat dari baterai lithium-ion biasa. Ini berarti harga kendaraan listrik dengan baterai ini juga bisa lebih mahal kecuali biaya produksi berhasil ditekan atau ada subsidi pemerintah.

Analisis Ahli

John Goodenough
Pengembangan baterai dengan energi densitas tinggi dan keamanan seperti solid-state adalah langkah kritis untuk masa depan energi bersih yang berkelanjutan.
Dr. Linda Gaines
Inovasi dalam solid electrolyte dan material katoda merupakan kunci untuk memperbaiki performa dan keselamatan baterai EV secara signifikan.