Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Tokenisasi Pasar Finansial Asia Jadi Tren Besar Franklin Templeton

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
YahooFinance YahooFinance
19 Okt 2025
6 dibaca
2 menit
Mengapa Tokenisasi Pasar Finansial Asia Jadi Tren Besar Franklin Templeton

Rangkuman 15 Detik

Tokenisasi dapat mengubah cara aset diperdagangkan dan dikelola, menciptakan pasar yang lebih efisien.
Investasi ritel berpotensi menjadi pendorong utama likuiditas dalam pasar tokenisasi.
Kebijakan geopolitik dan perubahan dalam dominasi dolar meningkatkan permintaan untuk aset digital sebagai alternatif.
Tokenisasi aset kini semakin serius dan sudah mulai diterapkan secara praktis, terutama di kawasan Asia Pasifik. World Economic Forum memperkirakan sekitar 700 miliar dolar dari pasar private equity dan venture capital akan tokenisasi pada 2030, sebuah skala yang dapat mengubah pasar keuangan dunia secara signifikan. Di wilayah APAC, Hong Kong sudah meluncurkan ETF tokenisasi dengan dana 400 juta dolar hanya pada hari pertama. Jepang sedang menyiapkan ETF yang didukung oleh SBI dan Franklin Templeton, sementara Singapura merancang kerangka regulasi tokenisasi yang akan memungkinkan akses retail pada 2027. Investor ritel dianggap sebagai penggerak utama likuiditas awal dalam tokenisasi, tetapi Gokhman dari Franklin Templeton menyatakan bahwa permintaan institusi akan datang setelah pasar sekunder berkembang dan menghadirkan likuiditas serta pengelolaan volatilitas yang lebih baik. Selain ETF, banyak investor sebelumnya melakukan taruhan lewat produk proxy seperti Bitcoin dan pasar pinjaman Solana yang sudah memiliki komitmen dana sekitar 2,7 miliar dolar. Namun, cara ini mengandung risiko leverage dan risiko pihak lawan yang lebih tinggi dibandingkan ETF tradisional yang memegang aset secara on-chain. Secara keseluruhan, tokenisasi tidak hanya akan menambah pilihan investasi tapi juga mengubah tempo pasar karena aset token beroperasi 24 jam setiap hari. Ke depan, tokenisasi diprediksi berkembang dari instrumen likuid seperti obligasi dan ETF ke kelas aset yang lebih unik dan kompleks seperti kredit swasta dan aset budaya.

Analisis Ahli

Max Gokhman
Retail investor menjadi ujung tombak likuiditas awal, namun institusi akan mengikuti jika pasar sekunder berkembang; volatilitas dan pengelolaan risiko adalah kunci utama untuk adopsi massal tokenisasi.