AI summary
Eropa harus menciptakan model korporasi pan-Eropa untuk meningkatkan daya saing globalnya. Fragmentasi regulasi di Eropa menghambat pertumbuhan startup dan inovasi. Dukungan dari pemimpin industri dan investor sangat penting untuk mewujudkan gagasan EU–INC. Pada tahun 1913, Delaware di Amerika Serikat mengambil langkah berani dengan membuat sistem perusahaan yang sederhana dan efisien, menarik banyak bisnis, termasuk perusahaan teknologi besar yang kini menguasai pasar global. Model ini memungkinkan perusahaan untuk berkembang dengan cepat di seluruh AS tanpa hambatan peraturan yang berbeda di tiap negara bagian.Sebaliknya, Eropa menghadapi masalah besar karena 27 negara anggota Uni Eropa masih memiliki regulasi bisnis yang berbeda-beda. Hal ini membuat startup yang ingin berkembang di seluruh Eropa harus mendirikan perusahaan di tiap negara secara terpisah dan menghadapi beragam aturan pajak, ketenagakerjaan, serta skema insentif yang rumit.Data menunjukkan bahwa perusahaan teknologi yang lahir dan berkembang di Eropa dalam 50 tahun terakhir memiliki nilai pasar gabungan jauh lebih kecil dibanding perusahaan di AS, dan modal ventura yang masuk ke Eropa juga jauh lebih kecil persentasenya terhadap GDP. Regulasi yang rumit menjadi salah satu alasan utama hambatan ini.Untuk mengatasi masalah ini, gerakan EU–INC mengusulkan pembentukan entitas perusahaan yang berlaku di seluruh Eropa, sehingga startup bisa mendirikan bisnis, mengakses modal, dan mempekerjakan staf secara mudah tanpa mengurus regulasi berbeda di tiap negara. Gerakan ini mendapat dukungan luas dari pengusaha dan investor terkemuka di Eropa.Namun, ada kekhawatiran bahwa resiko reformasi setengah hati dari EU dapat gagal menyelesaikan masalah inti. Dibutuhkan langkah tegas dan komitmen politik yang kuat agar Eropa bisa menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif dan bersaing dengan Amerika Serikat dalam menciptakan perusahaan teknologi dan inovasi global.
EU–INC dapat menjadi langkah revolusioner yang memang diperlukan untuk menyatukan pasar bisnis Eropa yang terfragmentasi. Namun, tanpa komitmen politik yang kuat, niat baik ini bisa saja terjebak dalam birokrasi dan negosiasi panjang yang justru memperlambat kemajuan inovasi di Eropa.