Mengapa Saham Cipher Mining Naik Tajam Meski Bitcoin Turun?
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Okt 2025
254 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham Cipher Mining mengalami lonjakan meskipun harga Bitcoin turun.
Perusahaan menandatangani kontrak 10 tahun dengan Fluidstack untuk layanan AI.
Diversifikasi usaha Cipher Mining dapat memberikan peluang baru di pasar.
Saham Cipher Mining naik tajam 10,3% selama minggu ini, berbeda dengan penurunan Bitcoin yang mencapai 7,2%. Biasanya, saham ini bergerak searah dengan harga Bitcoin karena bisnis utamanya adalah penambangan Bitcoin. Namun, minggu ini terjadi perbedaan tren yang menarik perhatian.
Salah satu pendorong utama kenaikan saham adalah kontrak jangka panjang selama 10 tahun yang ditandatangani Cipher dengan Fluidstack. Fluidstack adalah perusahaan pelatihan sistem AI yang didukung oleh Google melalui Alphabet. Kontrak ini memberi harapan baru terhadap diversifikasi bisnis Cipher Mining.
Cipher Mining mulai mengembangkan bisnisnya dengan menambahkan layanan pelatihan AI ke dalam operasi data center mereka, selain terus memproduksi Bitcoin. Mereka juga menjual kelebihan daya yang dimiliki saat operasi AI atau penambangan kurang menguntungkan.
Pada sisi produksi Bitcoin, Cipher terus menambah perangkat keras baru yang membuat produksi Bitcoin mereka naik 51% dibandingkan tahun lalu. Fleksibilitas dalam model bisnis memberi mereka peluang untuk bertahan dan berkembang di dua industri berpotensi tinggi sekaligus.
Meski begitu, saham Cipher Mining dinilai sangat mahal dengan rasio harga terhadap penjualan 43 kali dan perusahaan masih merugi. Mereka juga harus menjual sekitar 16% dari Bitcoin yang ditambang hanya untuk menutupi biaya operasional, sehingga investor harus ekstra hati-hati sebelum membeli saham ini.
Analisis Ahli
Anders Bylund
Cipher memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang karena diversifikasi datacenternya, tetapi investasi harus dilakukan dengan hati-hati karena perusahaan masih sangat mahal dan belum menghasilkan laba.