RSI BTC/Emas Terendah Sejak 2022, Apa Artinya untuk Investor?
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Okt 2025
126 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Rasio BTC/Emas menunjukkan tekanan jual yang signifikan.
RSI 14-hari menandakan potensi undervaluasi pada aset tersebut.
Konfirmasi dari indikator teknis lain diperlukan untuk validasi analisis.
Rasio antara Bitcoin dan emas menunjukkan bagaimana performa kedua aset ini dibandingkan sebagai investasi. Baru-baru ini, RSI 14 harian pada rasio ini turun ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir tahun 2022, menunjukkan tekanan jual besar pada Bitcoin dibanding emas.
Tekanan jual yang ekstrem ini menandakan bahwa Bitcoin mungkin sedang undervalued, artinya harga Bitcoin bisa turun terlalu rendah jika dilihat dari kacamata teknikal. Namun, ini juga bisa menjadi tanda bahwa harga akan segera pulih jika ada perubahan sentimen pasar.
Jennifer Sanasie dari CoinDesk membahas bahwa penting bagi investor untuk tidak hanya melihat satu indikator seperti RSI saja. Sebaliknya, investor harus mencari konfirmasi dari indikator lain agar keputusan investasi lebih kuat dan tidak berdasarkan asumsi tunggal.
Crypto.com menyajikan analisis ini sebagai bagian dari 'Chart of the Day', untuk membantu pembaca memahami situasi teknikal saat ini dan implikasinya bagi strategi investasi jangka pendek maupun jangka panjang dalam dunia cryptocurrency dan pasar emas.
Secara ringkas, meskipun RSI BTC/Gold Ratio menunjukkan tekanan jual kuat, ini belum tentu berarti Bitcoin akan terus turun. Sebaliknya, bisa menjadi momen pembalikan harga jika didukung oleh tanda-tanda teknikal lainnya, sehingga investor perlu tetap waspada dan menggunakan pendekatan analisis menyeluruh.
Analisis Ahli
Jennifer Sanasie
Konfirmasi dari berbagai indikator sangat krusial untuk memastikan sinyal teknikal ini valid dan bukan sekadar koreksi pasar sesaat.