Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shutdown Pemerintah Hambat Gelombang Pengajuan ETF Kripto di AS

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
17 Okt 2025
269 dibaca
2 menit
Shutdown Pemerintah Hambat Gelombang Pengajuan ETF Kripto di AS

Rangkuman 15 Detik

Pengajuan ETF kripto meningkat meskipun ada penundaan karena penutupan pemerintah.
VanEck dan ARK Invest adalah beberapa organisasi terkemuka yang mengajukan produk ETF baru.
Meskipun ada tantangan, minat investor terhadap ETF tetap kuat dengan rekor aliran masuk.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menghadapi tantangan besar karena penutupan pemerintah yang sudah berlangsung selama empat minggu, yang menyebabkan proses persetujuan pengajuan dana ETF kripto baru terhenti. Meskipun pengajuan ETF kripto terus meningkat, terutama dari berbagai perusahaan aset besar, proses review hampir seluruhnya berhenti karena sebagian besar staf SEC diliburkan. Beberapa perusahaan seperti VanEck mengajukan produk ETF yang mengacu pada token staking cair Ethereum (stETH) yang kini menawarkan yield sebesar 3,3%. Selain itu, perusahaan lain seperti 21Shares meluncurkan proposal ETF leverage 2x untuk token niche bernama Hyperliquid (HYPE), dan ARK Invest mengajukan tiga ETF Bitcoin dengan strategi unik untuk perlindungan risiko dan hasil pendapatan. SEC sebelumnya sudah berusaha untuk mempercepat proses persetujuan ETF kripto dengan mengizinkan bursa saham utama seperti NYSE dan Nasdaq memakai standar umum untuk pencatatan ETF digital, namun proses ini juga terganggu oleh shutdown. Akibatnya, saat ini terdapat sekitar 16 ETF kripto menunggu keputusan dengan lebih dari 20 pengajuan baru dalam delapan hari pertama Oktober. Shutdown pemerintah yang dimulai sejak 1 Oktober karena konflik anggaran antara Partai Republik dan Demokrat menyebabkan SEC tidak bisa mengeluarkan persetujuan baru atau menerbitkan keputusan resmi. Ini menyebabkan penundaan signifikan yang bisa berlanjut ke bulan November, sehingga berdampak pada pasar ETF dan investor yang menunggu produk baru. Walaupun ada kendala operasional, investor global masih menunjukkan minat kuat terhadap ETF, dengan aset ETF mencapai rekor 12,7 triliun dolar AS di akhir September. Di AS sendiri, dana masuk ETF mencapai 152,5 miliar dolar AS pada September, menunjukkan pasar yang tetap aktif dan bertumbuh meski ada volatilitas dan tingkat suku bunga yang tinggi.

Analisis Ahli

Eric Balchunas
Menyebut kondisi pengajuan ETF saat ini sebagai 'land rush' yang unik dengan potensi miliaran dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Brian Daly
Mengatakan ketidakpastian apakah ETF leverage tinggi sesuai dengan aturan SEC menunjukkan risiko regulasi yang signifikan untuk produk inovatif.