Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Sentimen Crypto Jatuh ke Extreme Fear, Bitcoin Berjuang di Rp 1.84 juta ($110.000)

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
17 Okt 2025
95 dibaca
2 menit
Sentimen Crypto Jatuh ke Extreme Fear, Bitcoin Berjuang di Rp 1.84 juta ($110.000)

Rangkuman 15 Detik

Sentimen pasar kripto mengalami penurunan tajam menjadi 'Ketakutan Ekstrem'.
Likuidasi besar-besaran terjadi di pasar, dengan total mencapai lebih dari $418 juta dalam 24 jam.
Pemegang jangka panjang mulai mengambil keuntungan, menandakan ketidakpastian di pasar.
Pasar cryptocurrency mengalami perubahan sentimen yang tajam dari Greed menjadi Extreme Fear dalam satu minggu terakhir, mencerminkan ketakutan dan kekhawatiran yang meningkat di antara para investor. Indeks Fear & Greed menurun drastis menurut Alternative.me dan CoinMarketCap, dua platform terpercaya untuk memantau suasana pasar crypto. Bitcoin yang menjadi aset utama dalam pasar kripto kini berada di sekitar angka Rp 1.84 juta ($110.000) dan sulit untuk bertahan di level tersebut, terutama di tengah ketegangan baru antara Amerika Serikat dan China yang menekan risiko pasar secara global. Akibatnya, dana mengalir keluar dari spot Bitcoin ETF Amerika dan likuidasi besar terjadi pada posisi perdagangan leverage. Data on-chain menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang telah mengurangi kepemilikan mereka sebanyak sekitar 265,700 BTC dalam sebulan terakhir, yang merupakan penjualan terbesar sejak Januari. Hal ini menandakan para investor berpengalaman mulai mengambil untung dan mengurangi risiko mereka dalam pasar yang bergejolak. Para analis teknikal dan trader ternama memperingatkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase kritis dengan Bollinger Bands yang sangat ketat, sebuah indikasi adanya potensi pergerakan harga yang besar dalam waktu dekat. Namun, ada juga risiko terjadinya 'head fake' atau sinyal palsu yang dapat menyebabkan kejatuhan harga terlebih dahulu sebelum reli berlanjut. Sementara itu, prediksi jangka panjang oleh beberapa pakar crypto dan investor ternama menyatakan bahwa Ethereum memiliki potensi untuk melampaui Bitcoin seiring pertumbuhan inovasi finansial, mirip dengan perubahan besar yang terjadi dalam pasar keuangan global setelah berakhirnya sistem standar emas tahun 1971.

Analisis Ahli

Milad Azar
Menganalisa bahwa penjualan oleh pemegang lama mencerminkan kewaspadaan tinggi di tengah volatilitas, menandakan skenario bearish bagi cryptocurrency.
Tony Severino
Memperkirakan bahwa 100 hari ke depan adalah titik kritis bagi Bitcoin, dengan indikasi Bollinger Bands yang sangat rapat biasanya menunjukkan potensi lonjakan harga yang signifikan, meski juga penuh risiko false breakout.
Tom Lee
Membandingkan potensi Ethereum melebihi Bitcoin dengan pergeseran besar dalam sejarah finansial, seperti ketika saham AS mengungguli emas.