Penurunan Harga BNB 11% Meski Adopsi dan Dukungan Institusional Meningkat
Finansial
Mata Uang Kripto
16 Okt 2025
140 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
BNB mengalami penurunan harga yang signifikan meskipun ada perkembangan positif seperti tokenisasi oleh CMBI.
Coinbase memberikan perhatian kepada BNB dengan menambahkannya ke dalam roadmap listing-nya, meskipun listing tidak dijamin.
Ketertarikan institusional terhadap BNB terus meningkat, terutama di luar Amerika Serikat, menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar.
BNB, token asli dari ekosistem Binance, baru-baru ini mengalami penurunan harga yang cukup signifikan sebesar 11% dari harga tertingginya yang mencapai 1.370 dolar AS. Harga token ini sempat menyentuh level terendah intraday di 1.151,50 dolar, namun kemudian stabil sedikit di sekitar 1.180 dolar. Penurunan ini memicu likuidasi besar terhadap akun-akun trader di pasar kripto.
Penurunan harga BNB menyebabkan lebih dari 630 juta dolar likuidasi di lebih dari 210.000 akun, menunjukkan reaksi pasar yang cukup volatil dan berhati-hati. Meskipun terjadi penurunan, volume perdagangan BNB tetap tinggi, dengan angka sekitar 6,19 juta dolar selama periode tertentu, menunjukkan adanya minat pasar yang masih aktif namun penuh ketidakpastian.
Di sisi adopsi, ada perkembangan positif. China Merchants Bank international meluncurkan tokenisasi dana pasar uang USD mereka di BNB Chain, dengan dua token baru dikeluarkan untuk investor terakreditasi melalui platform DigiFT dan OnChain. Ini menunjukkan bahwa ekosistem BNB semakin dipercaya untuk aplikasi keuangan nyata dan meningkatkan utilitas token BNB.
Selain itu, BNB juga mendapat perhatian dari platform Coinbase yang menambahkannya ke dalam roadmap listing mereka melalui inisiatif baru yang disebut 'Blue Carpet'. Walaupun belum pasti masuk listing, hal ini menjadi sinyal positif terhadap pengakuan terhadap BNB sebagai aset native Binance yang penting.
Menurut David Namdar, CEO perusahaan treasury BNB, BNB adalah aset digital blue-chip dengan likuiditas dan adopsi nyata di DeFi. Namun, masih banyak investor Barat yang belum sepenuhnya menyadari potensi BNB. Kondisi makroekonomi global, seperti ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China, tetap menjadi faktor risiko yang mempengaruhi pergerakan harga BNB dan aset risk lainnya.
Analisis Ahli
David Namdar
BNB adalah aset digital blue-chip dengan adopsi nyata, likuiditas tinggi, dan utilitas yang konkret, yang belum sepenuhnya diapresiasi oleh investor barat namun menunjukkan pertumbuhan minat institusional yang cepat.