DocuSign Berusaha Kalahkan OpenAI dengan Inovasi AI dan Percepat Transformasi Digital
Teknologi
Kecerdasan Buatan
17 Okt 2025
223 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
DocuSign berusaha untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi AI yang pesat.
Kemitraan dengan OpenAI memberikan keunggulan kompetitif bagi DocuSign melalui penggunaan dataset yang luas.
Meskipun kinerja saham menurun, pendapatan dan proyeksi pertumbuhan perusahaan menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
DocuSign sedang berupaya keras untuk mengikuti perkembangan cepat di dunia teknologi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI) yang dipimpin oleh OpenAI. CEO DocuSign, Allan Thygesen, mengakui bahwa kecepatan inovasi di sektor ini adalah yang tercepat yang pernah ia alami selama kariernya. Hal ini memaksa DocuSign untuk selalu waspada dan memikirkan langkah-langkah strategis untuk menjaga daya saing selama 6 hingga 12 bulan ke depan.
Meskipun harga saham DocuSign turun lebih dari 23% sejak awal tahun, perusahaan masih mencatatkan kinerja keuangan yang cukup baik. Pada kuartal kedua, pendapatan DocuSign mencapai 801 juta dolar, naik 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan melampaui ekspektasi pasar. Selain itu, laba per saham yang disesuaikan juga naik menjadi 0,92 dolar, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
DocuSign melaporkan proyeksi pendapatan untuk seluruh tahun ini yang lebih tinggi dari sebelumnya, yakni pertumbuhan sekitar 7% dengan total pendapatan diperkirakan mencapai sekitar 3,19 miliar sampai 3,2 miliar dolar. JPMorgan menilai kinerja ini sebagai tanda 'kembalinya normal' setelah kendala yang dialami perusahaan sebelumnya, sekaligus menaikkan target harga saham DocuSign.
Dalam upayanya memperkuat produk berbasis AI, DocuSign menjalin kemitraan penting dengan OpenAI dan menggunakan model-model bahasa besar (LLM) yang mereka kembangkan. Selain itu, DocuSign juga memanfaatkan dataset internalnya yang berisi lebih dari 100 juta perjanjian yang telah dikumpulkan dengan persetujuan pengguna, yang menjadi keunggulan utama dalam pengembangan alat AI khusus yang dapat mengotomasi proses kontrak secara lebih pintar dan kontekstual.
Ke depan, DocuSign berharap bisnis yang berbasis pada AI 'agens' untuk mengelola dan mengotomasi alur kerja kontrak dapat tumbuh pesat dan menyumbang persentase pendapatan yang berarti. Meskipun sektor AI mengalami lonjakan valuasi yang tinggi dan dianggap oleh sebagian pihak sebagai gelembung, Thygesen tetap meyakini bahwa AI akan menjadi setidaknya sama pentingnya dengan internet dan transformasi teknologi sebelumnya.
Analisis Ahli
Mark Murphy
Hasil kuartal DocuSign adalah 'kembalinya normal' setelah sempat terkendala, dan peningkatan target harga menunjukkan kepercayaan pada prospek perusahaan di tengah persaingan AI.