Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

General Intuition: AI Dari Video Game Untuk Robot Dan AGI Masa Depan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
16 Okt 2025
1098 dibaca
2 menit
General Intuition: AI Dari Video Game Untuk Robot Dan AGI Masa Depan

TLDR

General Intuition menggunakan dataset besar dari video game untuk mengembangkan AI yang memahami pergerakan dalam ruang dan waktu.
Startup ini berfokus pada aplikasi di luar pembuatan model dunia untuk menghindari masalah hak cipta.
Pendanaan yang signifikan menunjukkan minat besar dalam teknologi AI yang dapat memahami konteks visual dan pergerakan.
Medal adalah platform untuk mengunggah dan berbagi klip video game yang besar dan unik, dengan 2 miliar video per tahun. Mereka meluncurkan startup bernama General Intuition yang memanfaatkan data ini untuk melatih model AI yang memahami cara objek dan entitas bergerak melalui waktu dan ruang, hal yang disebut penalaran spasial-temporal.Model AI dari General Intuition hanya mengandalkan input visual seperti yang dilihat pemain manusia dan mengikuti perintah kontroler seperti yang digunakan dalam game. Ini memungkinkan AI memahami lingkungan baru yang belum pernah diajarkan sebelumnya, membuatnya cocok untuk aplikasi di dunia nyata seperti robotika dan drone tanpa GPS.Startup ini telah mendapatkan pendanaan sebesar 133,7 juta dolar AS dari investor besar untuk memperluas tim dan mengembangkan teknologi. Pendekatan mereka berbeda dari perusahaan AI lain karena mereka tidak ingin bersaing dengan pengembang game, melainkan menciptakan bot game yang mampu menyesuaikan level kesulitan untuk meningkatkan keterlibatan pemain.Selain gaming, General Intuition fokus pada aplikasi yang berdampak seperti drone pencarian dan penyelamatan yang dapat menavigasi lingkungan asing secara mandiri. Dengan latar belakang kemanusiaan CEO Pim de Witte, aplikasi seperti ini menjadi bagian penting dari visi mereka.Akhirnya, General Intuition percaya bahwa kemampuan penalaran spasial-temporal adalah kunci untuk mencapai kecerdasan buatan umum (AGI), karena model bahasa besar saat ini belum mampu sepenuhnya memahami konteks dunia fisik seperti yang dilakukan manusia secara alami.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.