Transsion Kuasai Pasar Smartphone Afrika dan Indonesia dengan Harga Terjangkau
Teknologi
Gadgets dan Wearable
16 Okt 2025
281 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Transsion mengalami pertumbuhan signifikan di pasar smartphone Afrika.
Pengiriman smartphone Transsion mencapai 29,2 juta unit pada kuartal III-2025.
Transsion berhasil menjadi pemimpin pasar di Indonesia dengan penguasaan pasar 21,5 persen.
Transsion, perusahaan smartphone asal China yang menaungi merek Tecno, Itel, dan Infinix, menunjukan kinerja luar biasa di pasar Afrika pada kuartal III-2025. Perusahaan ini berhasil meningkatkan pengiriman smartphone secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan fokus pada segmen harga yang terjangkau di bawah Rp 3.34 juta (US$200) .
Laporan IDC menempatkan Transsion pada peringkat keempat pengiriman smartphone global, setelah Samsung, Apple, dan Xiaomi. Dengan 29,2 juta unit terkirim dan pangsa pasar 9,0%, Transsion menunjukkan pertumbuhan positif yang cukup kuat, terutama di Afrika Utara dan Timur berkat strategi distribusi yang solid.
Samsung masih menjadi pemimpin pasar global dengan 61,4 juta unit terkirim dan pangsa pasar 19,0%, diikuti oleh Apple dengan 58,6 juta unit dan market share 18,2%. Xiaomi dan Vivo juga tetap kokoh di posisi ketiga dan kelima, sementara Transsion terus menggeliat naik dengan market share yang mendekati posisi lima besar.
Selain Afrika, di Indonesia Transsion juga agresif memperluas pasar dengan merek Infinix, Tecno, dan Itel yang mendominasi pasar pada kuartal II/2025. Meskipun volume pengiriman smartphone di Indonesia menurun, Transsion justru mencatat pertumbuhan tertinggi dengan penguasaan pasar sebesar 21,5 persen.
Dengan strategi produk harga terjangkau dan jaringan distribusi yang luas, Transsion diprediksi akan terus memperkuat posisinya di pasar negara berkembang. Hal ini memberikan tekanan kompetitif yang serius bagi pesaing global dan menunjukkan potensi besar pertumbuhan di segmen pengguna smartphone.
Analisis Ahli
Dr. Rina Wijayanti (Ekonom Telekomunikasi)
Transsion berhasil memanfaatkan kesenjangan pasar smartphone kelas menengah ke bawah di Afrika dan Asia, yang sering diabaikan oleh merek global besar. Fokus mereka pada jaringan distribusi yang kuat dan harga kompetitif adalah strategi penting untuk mendorong pertumbuhan di segmen ini.

