Honda Luncurkan Mesin Pemotong Rumput Otonom untuk Bisnis Lanskap
Teknologi
Robotika
16 Okt 2025
232 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Honda meluncurkan pemotong rumput otomatis ProZision yang dirancang untuk profesional landscaping.
Model ProZision Autonomous dapat beroperasi tanpa pengendara setelah diajarkan rute pemotongan.
Pemotong rumput ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tenaga kerja yang dihadapi bisnis landscaping.
Honda akan meluncurkan seri baru mesin pemotong rumput yang bisa beroperasi secara otomatis dan bertenaga baterai pada acara Equip Exposition 2025 di Kentucky, Amerika Serikat. Mesin ini berbeda dari pemotong rumput biasa karena bisa berjalan sendiri tanpa harus dikendalikan orang secara langsung setelah dibimbing beberapa kali.
Mesin pemotong rumput bernama ProZision Autonomous ini memiliki kursi karena pengguna harus duduk dulu untuk mengajarkan rute dan pola pemotongan menggunakan sistem navigasi satelit. Setelah itu, mesin dapat bekerja sendiri sesuai rute yang sudah ditentukan dan pengguna juga bisa mengatur lewat aplikasi ponsel.
Honda menyasar produk ini untuk pemilik bisnis lanskap profesional, bukan untuk pengguna rumahan. Mesin ini punya lebar pemotongan 60 inci dan bisa bekerja maksimal untuk area seluas 15 hektar, tergantung kondisi lapangan yang ada.
Menurut Minoru Kato, manajer umum operasi produk tenaga Honda, mesin ini dibuat untuk membantu mengurangi kesulitan yang dialami bisnis lanskap profesional, terutama karena adanya masalah tenaga kerja yang menua dan kekurangan staf di bidang ini.
Harga model manual dari seri ProZision akan berada di sekitar 32,999 dolar AS, belum ada informasi resmi untuk harga model Autonomous. Honda berencana untuk mulai menjual mesin ini di Amerika Serikat pada musim panas tahun 2026.
Analisis Ahli
Minoru Kato
ProZision Autonomous didesain untuk mengurangi beban kerja dan menangani masalah kekurangan tenaga kerja di bisnis lanskap dengan teknologi navigasi satelit.Ahli Teknologi Robotik
Inovasi ini menandakan langkah besar dalam otomatisasi alat pertanian dan lanskap, meskipun teknologi ini masih memerlukan integrasi dan penyesuaian lebih lanjut agar bisa lebih mudah diakses.

