Ripple Gelar Attackathon dengan Hadiah 200,000 USD Uji Protokol Pinjaman XRPL
Teknologi
Keamanan Siber
16 Okt 2025
15 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Acara Attackathon menawarkan kesempatan bagi para peneliti keamanan untuk mendapatkan hadiah dengan mengidentifikasi kerentanan.
XRPL Lending Protocol dirancang untuk berfungsi sebagai jembatan antara pasar kredit tradisional dan keuangan on-chain.
Dukungan edukasi melalui Attackathon Academy membantu peserta memahami arsitektur XRPL.
Ripple bekerja sama dengan Immunefi akan mengadakan acara Attackathon untuk menguji keamanan protokol pinjaman baru di jaringan XRP Ledger. Protokol ini dirancang untuk menghadirkan pinjaman tanpa jaminan dan berjangka waktu tetap di dunia DeFi menggunakan pendekatan unik tanpa smart contract.
Acara Attackathon berlangsung mulai 27 Oktober hingga 29 November. Para peneliti keamanan dan hacker putih didorong untuk mencari celah keamanan dan melaporkan bug agar protokol bisa difinalisasi dengan tingkat keamanan terbaik. Total hadiah yang disediakan mencapai 200,000 USD.
Sebelum kompetisi, peserta akan mengikuti serangkaian pelatihan di Attackathon Academy antara 13 hingga 27 Oktober. Pelatihan ini bertujuan agar mereka memahami struktur dan mekanisme XRPL secara menyeluruh serta mendapatkan akses ke lingkungan Devnet untuk eksperimen.
Protokol pinjaman XRPL mengikuti standar XLS-66 dan tidak menggunakan smart contract atau aset terbungkus. Penilaian kredit dilakukan off-chain sehingga lembaga keuangan bisa menerapkan model risiko mereka sendiri, sementara transaksi tercatat di buku besar XRPL secara transparan.
Peserta Attackathon akan fokus pada aspek yang berpotensi membahayakan dana dan solvabilitas protokol seperti logika vault, mekanisme likuidasi dan bunga, serta kontrol akses. Jika tidak ada bugs kunci ditemukan, 30,000 USD akan dibagikan ke kontributor yang menemukan masalah bermakna.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Model tanpa smart contract ini menjanjikan pengurangan risiko teknis, namun efektivitasnya sangat bergantung pada mekanisme off-chain yang digunakan untuk penilaian kredit.Laura Shin
Pendekatan Ripple ini bisa mengubah paradigma DeFi dengan memperkenalkan jembatan antara institusi tradisional dan blockchain secara aman, tapi tantangan regulasi tetap menjadi hambatan utama.Vitalik Buterin
Menghilangkan smart contract berarti mengurangi kompleksitas, tapi juga potensi inovasi di level kontrak cerdas, sehingga keseimbangan antara keamanan dan fleksibilitas harus dicermati.