Apakah Super Group (SGHC) Masih Layak Dibeli di Tengah Kenaikan Harga Saham?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
16 Okt 2025
265 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham Super Group (SGHC) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, tetapi analisis menunjukkan bahwa ada risiko yang harus dipertimbangkan.
Metode DCF menunjukkan bahwa SGHC mungkin undervalued, sementara rasio PE menunjukkan bahwa saham mungkin dijual dengan premium.
Penting untuk mempertimbangkan berbagai narasi dan proyeksi saat mengevaluasi potensi investasi di SGHC.
Super Group (SGHC) merupakan saham yang mengalami kenaikan luar biasa dalam satu tahun terakhir, meningkat 237,0% dan melambung 107,3% sejak awal 2024. Tren positif ini membuat banyak investor penasaran apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli saham ini atau tidak. Selain itu, pergerakan saham dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan fluktuasi kecil dengan penurunan 2,6% dalam seminggu tapi naik 2,8% dalam 30 hari.
Lonjakan harga saham Super Group banyak dipicu oleh sentimen positif terhadap industri taruhan online dan harapan akan adanya regulasi yang lebih jelas di wilayah baru, yang dapat memperluas peluang pasar. Ini menciptakan optimisme investor terhadap potensi pertumbuhan bisnis, walaupun juga menimbulkan ketidakpastian risiko yang perlu diperhatikan.
Analisis valuasi saham ini dilakukan menggunakan beberapa metode, terutama Discounted Cash Flow (DCF) dan Price-to-Earnings (PE) ratio. Model DCF yang mempertimbangkan proyeksi arus kas perusahaan menunjukkan bahwa saham ini undervalued sekitar 41,3%, artinya ada ruang potensi kenaikan harga yang cukup besar apabila realisasi keuangan mencapai ekspektasi.
Sebaliknya, rasio PE saham SGHC sebesar 45,5 kali, jauh lebih tinggi dari rata-rata industri dan peers-nya yang sekitar 23,4 dan 26,8 kali. Ini menandakan harga saham sudah memasukkan optimisme yang tinggi dan mungkin berpotensi overvalued jika pertumbuhan tidak seperti yang diharapkan. Pendekatan rasio ini memberikan indikasi pasar saat ini mungkin membayar premi besar atas saham tersebut.
Selain metrik tradisional, pendekatan narasi diperkenalkan sebagai alat untuk memahami nilai wajar saham dengan melihat berbagai asumsi dan perspektif berbeda dari komunitas investor. Narasi membantu memperjelas mengapa proyeksi nilai wajar dapat bervariasi dari sekitar USD 14 sampai USD 17,63 per saham, tergantung pada pandangan terhadap risiko regulasi dan pertumbuhan pasar. Pendekatan ini memberikan cara personal bagi investor dalam mengambil keputusan.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Dalam konteks saham berpertumbuhan cepat seperti SGHC, saya menilai bahwa valuasi berbasis arus kas mendatang sangat penting, tapi harus disertai analisis risiko regulasi yang tinggi yang bisa mengubah fundamental perusahaan secara drastis.Mary Meeker
Sektor teknologi dan online betting memang menarik, namun investor perlu fokus pada kemampuan perusahaan mengelola regulasi dan pertumbuhan jangka panjang, tidak hanya pada lonjakan harga saham jangka pendek.