Media Sayap Kanan Mendominasi: Bari Weiss dan Tantangan Baru CBS News
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
16 Okt 2025
62 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Bari Weiss diangkat untuk memimpin CBS News, menandakan pergeseran dalam kepemimpinan media tradisional.
Media baru semakin digunakan oleh Partai Republik untuk menyampaikan pesan mereka, mengabaikan media arus utama.
Tantangan besar dihadapi oleh organisasi media ketika beradaptasi dengan perubahan kebutuhan audiens dan platform digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah 'new media' telah berubah maknanya di kalangan politisi Republik dari media digital umum menjadi istilah yang merujuk kepada media sayap kanan yang mendapatkan akses eksklusif ke pemerintahan dan berbagai fasilitas penting. Langkah ini terlihat dari cara House Speaker Mike Johnson dan pemimpin Republikan lainnya menggelar briefing tertutup untuk media tersebut, membatasi jurnalis mainstream.
Di bawah pemerintah Republik sekarang, tokoh seperti Pete Hegseth, Menteri Pertahanan, telah memberlakukan aturan ketat yang membatasi akses jurnalis tradisional ke Pentagon, sambil memberikan akses spesial kepada kanal sayap kanan seperti One America News, Breitbart, dan New York Post. Hal ini menimbulkan protes luas, bahkan dari media konservatif utama seperti Fox News.
Sementara itu, di dunia media berita, Bari Weiss, seorang tokoh konservatif, baru saja diangkat sebagai CEO CBS News setelah Paramount membeli The Free Press miliknya dengan transaksi sebesar 150 juta dolar. Keputusan ini menimbulkan banyak pertanyaan mengingat kurangnya pengalamannya di bidang televisi dan tantangan besar yang dihadapi CBS News yang kini berada di posisi ketiga dalam rating.
Elizabeth Lopatto, seorang kritikus media, menganggap pengangkatan Bari Weiss sebagai contoh dari fenomena 'glass cliff', di mana seseorang diposisikan untuk memimpin organisasi yang sedang bermasalah dengan peluang kegagalan besar. Bari Weiss dikenal berideologi Trumpis namun tidak sepenuhnya MAGA, membuat posisinya sebagai kompromi dalam dunia media konservatif yang terpolarisasi.
Masuknya The Free Press ke dalam konglomerasi Paramount juga menimbulkan keraguan besar mengenai bagaimana organisasi ini bisa mempertahankan nilai-nilai kontra-korporasi di tengah pengaruh perusahaan besar. Kondisi ini menjadi gambaran situasi media konservatif yang kini menjadi bagian dari arus utama, yang menimbulkan kekhawatiran akan masa depan jurnalisme dan kebebasan pers.
Analisis Ahli
Elizabeth Lopatto
Bari Weiss menghadapi situasi 'glass cliff' besar dan kurang punya pengalaman yang relevan untuk memimpin CBS News, membuat kegagalan sangat mungkin terjadi.Tina Nguyen
Sebagai wanita yang diberi tugas memimpin organisasi yang bermasalah, Bari Weiss mungkin menjadi simbol pionir sekaligus korban di dunia media korporat berbudaya patriarkal.

