Solmate Infrastructure Memanfaatkan Penurunan Harga Solana Karena Ketegangan Geopolitik
Finansial
Mata Uang Kripto
15 Okt 2025
112 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Solmate Infrastructure melakukan pembelian token Solana saat harga turun.
Investasi besar dari Solana Foundation menunjukkan kepercayaan dalam potensi Solana.
Ketegangan geopolitik dapat mempengaruhi pasar cryptocurrency secara signifikan.
Pasar cryptocurrency mengalami tekanan besar setelah ketegangan antara China dan Amerika Serikat kembali meningkat. Hal ini menyebabkan banyak investor beralih ke aset yang lebih aman dan terjadi likuidasi besar-besaran dalam sektor digital asset, khususnya pada token Solana.
Dalam dua hari, harga Solana turun hampir 22% yang membuatnya mencapai nilai terendah dalam dua bulan terakhir. Penurunan ini menjadi perhatian bagi banyak perusahaan investasi yang fokus pada aset digital, termasuk Solmate Infrastructure.
Marco Santori, CEO Solmate Infrastructure yang didukung oleh Cathie Wood dan Ark Invest, mengungkapkan bahwa mereka membeli token Solana selama masa penurunan harga dengan diskon sekitar 15%. Namun, mereka tidak mengungkapkan jumlah pembeliannya secara spesifik.
Solmate Infrastructure sendiri sebelumnya bernama Brera Holdings, sebuah perusahaan dengan fokus multi-klub. Perusahaan ini melakukan rebranding setelah menerima investasi sebesar 300 juta dolar dari Solana Foundation, ARK Invest, RockawayX dan Pulsar Group asal UAE.
Data oleh LSEG menunjukkan bahwa Ark Invest adalah pemegang saham terbesar di Solmate Infrastructure pada akhir September. Strategi membeli saat harga turun ini dianggap sebagai langkah cerdas untuk memanfaatkan potensi kenaikan Solana di masa depan.
Analisis Ahli
Cathie Wood
Investasi saat pasar turun secara drastis merupakan strategi untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang karena nilai aset digital seperti Solana akan kembali pulih dengan adopsi teknologi yang terus berkembang.