TLDR
Proyek Terradot memanfaatkan proses alami dalam menarik karbon dari atmosfer melalui Enhanced Rock Weathering. Kolaborasi antara Terradot dan Microsoft menunjukkan pentingnya dukungan teknis dalam penelitian dan pengembangan solusi iklim. Sentinel sebagai lokasi penelitian memberikan data penting untuk memahami pergerakan karbon dalam lingkungan. Di Brasil, proyek besar sedang mengubah lahan pertanian menjadi laboratorium hidup dengan menyebarkan bubuk batuan basal halus di atas tanah. Proses ini mempercepat pelapukan alami batuan yang secara perlahan menyerap karbon dioksida dari udara selama miliaran tahun, sebuah metode yang dikenal dengan Enhanced Rock Weathering (ERW).Terradot, perusahaan yang memimpin proyek ini, bekerja sama dengan Microsoft untuk menguji efektivitas metode ini sekaligus memberikan manfaat tambahan bagi para petani lokal. Mereka menyebarkan lebih dari 100,000 ton batuan basalt pada 4,500 hektar lahan, kira-kira seukuran kota Manhattan.Situs riset bernama 'Sentinel' dibangun di São Paulo untuk memantau jalur karbon mulai dari batuan yang tersebar di tanah sampai ke aliran air di sekitar lahan. Dengan sensor tanah, sumur air dalam, dan stasiun pemantau air permukaan, para ilmuwan dapat melacak bagaimana karbon bergerak dan tersimpan di lingkungan sekitarnya.Microsoft memberikan dukungan tidak hanya dari segi dana, tetapi juga keahlian teknis dan pembangunan infrastruktur data yang menjamin kualitas dan transparansi hasil penelitian. Proyek lanjutan di Paraná, yakni Carcará, sudah menerima validasi serta akan mulai mengeluarkan kredit karbon di masa depan.Tujuan utama dari proyek ini adalah membawa teknologi alami ini ke dalam operasi pertanian yang sedang berjalan tanpa mengganggu aktivitas petani, sekaligus memberikan bukti kuat bahwa penghilangan karbon dapat dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak.