Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Saham AMD Melonjak Berkat Permintaan EPYC dan AI, Apakah Layak Dibeli?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
14 Okt 2025
261 dibaca
2 menit
Saham AMD Melonjak Berkat Permintaan EPYC dan AI, Apakah Layak Dibeli?

Rangkuman 15 Detik

AMD mengalami pertumbuhan signifikan dalam permintaan prosesor EPYC.
Persaingan dengan NVIDIA dan Broadcom dapat menjadi tantangan bagi AMD.
Saham AMD saat ini dianggap overvalued dan mungkin tidak menjadi pilihan investasi terbaik saat ini.
Saham AMD naik 33,4% dalam satu bulan terakhir, mengungguli pesaing seperti NVIDIA dan Broadcom. Permintaan tinggi untuk prosesor EPYC yang digunakan dalam komputasi awan dan beban kerja perusahaan menjadi pemicu kenaikan ini. Selain itu, kemajuan di bidang AI dan penggunaan AI yang semakin meluas turut mendorong kebutuhan perangkat keras AMD. AMD telah memperluas basis kemitraannya, termasuk kesepakatan besar dengan OpenAI yang memberikan prospek cerah. Produk baru seperti prosesor EPYC generasi baru dan akselerator GPU Instinct MI350 juga meningkatkan posisi AMD di pasar AI dan infrastruktur data center yang berkembang. Beberapa perusahaan besar seperti Google, Oracle, KDDI, dan Nokia menggunakan teknologi AMD dalam layanan cloud dan jaringan 5G mereka. Perusahaan-perusahaan teknologi besar juga meluncurkan produk baru berbasis prosesor AMD, memperluas penetrasi AMD di berbagai sektor industri. Perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal ketiga 2025 akan tumbuh sekitar 28% dibanding tahun sebelumnya, dengan total sekitar 8,7 miliar dolar AS. Segmentasi produk seperti Data Center dan Client menunjukkan pertumbuhan yang kuat, walaupun segmen Gaming diperkirakan tetap stabil, bukan tumbuh. Namun, meskipun prospeknya positif, AMD menghadapi persaingan ketat dari Nvidia dan Broadcom di pasar AI dan data center. Selain itu, valuasi saham AMD saat ini tergolong mahal sehingga menyarankan investor menunggu harga yang lebih baik sebelum membeli.

Analisis Ahli

Lisa Su (CEO AMD)
Fokus kami adalah memperkuat posisi di AI dan cloud dengan inovasi produk dan kemitraan strategis untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
Jensen Huang (CEO NVIDIA)
Kami melihat permintaan AI yang terus melonjak dan kami berkomitmen menghadirkan produk GPU generasi berikutnya untuk mendominasi pasar.
Hock Tan (CEO Broadcom)
Bisnis kami di networking dan AI accelerator siap mengambil manfaat dari pertumbuhan permintaan infrastruktur data yang cepat.