Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Larry Fink dan BlackRock Kini Anggap Bitcoin Alternatif Investasi, Tapi Tetap Hati-hati

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
13 Okt 2025
275 dibaca
2 menit
Larry Fink dan BlackRock Kini Anggap Bitcoin Alternatif Investasi, Tapi Tetap Hati-hati

Rangkuman 15 Detik

Larry Fink mengubah pandangannya terhadap Bitcoin dari negatif menjadi lebih positif.
BlackRock menjadi pelopor dalam investasi kripto dengan meluncurkan ETF Bitcoin terbesar.
Meskipun ada peringatan tentang Bitcoin, permintaan dari investor, termasuk investor ritel, terus meningkat.
Larry Fink, CEO BlackRock, telah mengubah pandangannya tentang Bitcoin sejak tahun 2017. Dulu, dia mengatakan Bitcoin adalah 'indeks pencucian uang,' tapi kini dia mengakui bahwa ada peran penting kripto sebagai alternatif investasi, serupa dengan emas. Meskipun begitu, Fink tetap memperingatkan agar Bitcoin tidak dijadikan komponen besar dalam portofolio investasi. BlackRock, sebagai manajer aset terbesar dunia dengan pengelolaan sekitar 12,5 triliun dolar, meluncurkan salah satu ETF Bitcoin spot pertama di Amerika Serikat pada tahun 2024 setelah mendapat persetujuan dari SEC. ETF ini, yaitu iShares Bitcoin Trust, kini menjadi ETF kripto terbesar dengan aset lebih dari 93,9 miliar dolar di bawah pengelolaan. Permintaan terhadap ETF Bitcoin BlackRock didominasi oleh investor ritel, di mana sekitar setengahnya berasal dari mereka yang baru pertama kali memiliki produk dari iShares. Ini menunjukkan minat yang kuat dari masyarakat umum untuk ikut dalam investasi kripto, didorong oleh kepercayaan yang mulai tumbuh di kalangan institusi keuangan besar. Pengamat industri seperti Fabian Dori dari Sygnum mengatakan bahwa sejak terpilih kembali Donald Trump, adopsi Bitcoin dari institusi bergeser dari sekadar keterlibatan menjadi adopsi nyata. Banyak institusi dan perusahaan besar mulai melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai alternatif di tengah ketidakpastian ekonomi dan risiko inflasi yang tinggi. Namun, perhatian terhadap risiko tetap ada. Contohnya, perusahaan investasi Inggris Hargreaves Lansdown memperingatkan investor mereka untuk berhati-hati karena Bitcoin dianggap tidak memiliki nilai intrinsik dan tidak cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang. Meskipun begitu, mereka tetap membuka akses untuk investor terpilih guna memenuhi permintaan pasar.

Analisis Ahli

Fabian Dori
Adopsi institusional Bitcoin meningkat karena faktor makroekonomi dan risiko debasemen mata uang fiat, menjadikan Bitcoin sebuah penyimpan nilai alternatif yang menarik di masa ketidakpastian.