Masa Depan Dogecoin: Apakah Bisa Jadi Mesin Uang Jutawan Lagi?
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Okt 2025
262 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Dogecoin telah menjadi fenomena di dunia cryptocurrency meskipun awalnya dianggap lelucon.
Dukungan dari tokoh terkenal dapat mempengaruhi harga cryptocurrency secara signifikan.
Meskipun ada beberapa pendorong potensial, Dogecoin mungkin tidak dapat menghasilkan keuntungan luar biasa seperti sebelumnya.
Dogecoin awalnya dibuat sebagai lelucon dan para investor awal yang berani berinvestasi mengubahnya menjadi peluang keuntungan besar, dengan harga naik dari Rp 4.34 juta ($0,00026 m) enjadi Rp 317.30 ribu ($0,19) per token dalam 12 tahun. Namun, harga ini masih jauh dari puncaknya di Rp 1.24 juta ($0,74) yang dicapai pada Mei 2021.
Dogecoin menggunakan metode penambangan proof-of-work dengan algoritma Scrypt, berbeda dengan Bitcoin dan Litecoin, dan memiliki suplai koin yang tidak terbatas, yang membuat nilai kelangkaan sulit dipertahankan dibandingkan Bitcoin.
Berbeda dengan Ethereum dan Solana yang dapat mendukung pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar, Dogecoin tidak memiliki fitur ini karena teknologi yang digunakan masih sederhana.
Popularitas Dogecoin sempat melejit karena dukungan tokoh terkenal seperti Elon Musk, serta langkah-langkah seperti permohonan ETF dan pengembangan solusi Layer-2 yang bisa meningkatkan pemanfaatannya di masa depan.
Meskipun begitu, para analis memperkirakan Dogecoin tidak akan mampu memberikan keuntungan luar biasa sebesar dahulu dan investor disarankan untuk mencari alternatif investasi yang lebih menjanjikan dan realistis.
Analisis Ahli
Leo Sun
Dogecoin memiliki potensi tapi tidak bisa diandalkan sebagai pembuat jutawan lagi mengingat keterbatasan teknologi dan model pasarnya yang berbeda dengan koin utama lain.