MARA Holdings Beli 400 Bitcoin Saat Harga Jatuh, Tunjukkan Optimisme Pasar
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Okt 2025
116 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
MARA Holdings terus menambah kepemilikan Bitcoin meskipun terjadi volatilitas di pasar.
Pernyataan politik dapat memiliki dampak besar pada harga aset kripto seperti Bitcoin.
Investor institusional melihat peluang dalam krisis pasar sebagai kesempatan untuk membeli.
MARA Holdings, perusahaan penambang Bitcoin, baru saja membeli 400 Bitcoin senilai 46,29 juta dolar AS dari penyedia likuiditas kripto institusional FalconX. Langkah ini diambil setelah pasar kripto mengalami kejatuhan tajam akibat ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China pada pekan lalu.
Kepemilikan Bitcoin MARA meningkat menjadi lebih dari 53.000 BTC, menjadikannya pemegang Bitcoin korporasi terbesar kedua setelah Strategy yang memiliki 640.031 BTC. Pembelian ini memperlihatkan bahwa MARA percaya pasar Bitcoin akan kembali pulih dan dapat tumbuh lebih tinggi di masa depan.
Kejatuhan pasar terjadi setelah Presiden Donald Trump mengancam memberlakukan tarif besar terhadap China, yang membuat harga Bitcoin turun tajam dari lebih dari 121.000 dolar AS hingga di bawah 106.000 dolar AS sebelum kembali pulih. Namun setelah Trump meredakan ucapannya, pasar mulai stabil kembali.
Para analis seperti Pav Hundal menyebutkan bahwa bahkan setelah likuidasi besar ini, pasar biasanya akan melakukan reset dan melanjutkan aktivitas bisnis normal. MARA dianggap mengambil keputusan berdasarkan kondisi geo-ekonomi dan potensi pelonggaran kebijakan moneter global yang akan mendukung harga Bitcoin.
Meskipun saham MARA turun pada hari terakhir perdagangan, pembelian besar ini menunjukkan bahwa investor institusional melihat crash pasar sebagai kesempatan beli yang baik. Hal ini juga menandakan bahwa Bitcoin masih menjadi aset yang menarik dalam konteks ekonomi global saat ini.
Analisis Ahli
Pav Hundal
Pasar kripto selalu mengalami siklus reset setelah likuidasi besar, dan aktivitas beli oleh MARA menunjukkan para investor besar percaya Bitcoin masih punya ruang untuk tumbuh lebih jauh, khususnya dengan kondisi inflasi yang menurun dan permintaan minyak yang melemah.