Apakah Saham CrowdStrike Masih Layak Dibeli? Analisis dan Valuasi Terbaru
Teknologi
Keamanan Siber
13 Okt 2025
217 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham CrowdStrike Holdings mungkin dinilai terlalu tinggi berdasarkan beberapa metode valuasi.
Pertumbuhan yang kuat di sektor keamanan siber mendukung nilai perusahaan, tetapi investor harus berhati-hati dengan valuasi saat ini.
Pendekatan 'Narrative' memungkinkan investor untuk menyesuaikan proyeksi mereka berdasarkan asumsi individu tentang masa depan perusahaan.
CrowdStrike Holdings adalah perusahaan cybersecurity yang telah mengalami lonjakan harga saham yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam setahun terakhir, sahamnya naik sebesar 54,2%, dengan kenaikan 42,1% di tahun ini. Jika dilihat dalam lima tahun, return yang diberikan mencapai hampir 240%, menunjukkan popularitas dan kepercayaan investor terhadap potensi perusahaan ini.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pergeseran pasar ke arah keamanan cloud yang semakin penting seiring dengan meningkatnya ancaman siber dan digitalisasi global. CrowdStrike dipandang sebagai salah satu pemain kunci yang dapat berkembang pesat mengikuti pertumbuhan kebutuhan pasar ini. Namun, kenaikan harga saham yang pesat ini memunculkan pertanyaan tentang apakah valuasi yang diberikan pasar sudah terlalu tinggi.
Dengan menggunakan enam metode penilaian utama, CrowdStrike saat ini tidak dianggap undervalued dan bahkan menunjukkan tanda overvalued. Model Discounted Cash Flow (DCF) memperkirakan nilai wajarnya sekitar Rp 691.08 juta ($413,82) per saham, namun harga pasar saat ini sudah di atas nilai tersebut sekitar 19,3%. Hal ini menunjukkan bahwa harga saat ini mungkin terlalu mahal jika mempertimbangkan proyeksi arus kas bebas masa depan.
Rasio harga terhadap penjualan (P/S) juga menunjukkan CrowdStrike dihargai jauh di atas rata-rata industri dan pesaingnya, yaitu 28,5x dibanding rata-rata industri 5,0x dan peer 14,7x. Metode penilaian lain seperti Fair Ratio yang memperhitungkan pertumbuhan, profitabilitas, dan risiko juga mengindikasikan bahwa saham ini terlalu mahal dan tidak seimbang dengan fundamentalnya.
Namun, ada metode penilaian alternatif yang disebut Narasi, yang memungkinkan investor membuat asumsi mereka sendiri tentang pertumbuhan pendapatan, margin, dan nilai wajar. Narasi ini membantu menghubungkan keyakinan pribadi investor dengan nilai wajar yang dapat berubah-ubah mengikuti perkembangan terbaru. Dengan pendekatan ini, ada pendapat berbeda tentang nilai wajar CrowdStrike, mulai dari sekitar Rp 5.51 juta ($330) hingga Rp 8.27 juta ($495) per saham, menunjukkan adanya peluang dan risiko tergantung pada skenario yang dipilih.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
CrowdStrike's high growth justifies some premium but current multiples suggest overvaluation that carries significant risk if growth slows.