Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NORTHCOM Hadapi Ledakan Insiden Drone, Latihan Falcon Peak Kembangkan Teknologi Penanggulangan

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
12 Okt 2025
159 dibaca
2 menit
NORTHCOM Hadapi Ledakan Insiden Drone, Latihan Falcon Peak Kembangkan Teknologi Penanggulangan

AI summary

Insiden drone di pangkalan militer AS meningkat drastis, menimbulkan tantangan keamanan.
Latihan 'Falcon Peak' menjadi platform penting untuk menguji teknologi baru dalam menangani ancaman drone.
Keterbatasan hukum dan regulasi FAA membuat penanganan insiden drone menjadi kompleks.
US Northern Command (NORTHCOM) menghadapi kenaikan signifikan dalam insiden drone yang memasuki wilayah pangkalan militer Amerika Serikat, dari 230 kejadian menjadi 420 dalam satu tahun. Drone ini kebanyakan adalah jenis drone hobi sipil, namun ada juga kasus mencurigakan yang melibatkan spionase asing, seperti seorang warga China di Vandenberg Space Force Base. Peraturan FAA membatasi tindakan yang bisa diambil untuk menetralkan drone, sehingga menciptakan situasi sulit bagi keamanan pangkalan.Untuk menghadapi risiko ini, NORTHCOM menyelenggarakan latihan tahunan bernama Falcon Peak, yang melibatkan unit DoD dan perusahaan teknologi pertahanan swasta. Latihan ini menguji berbagai sistem deteksi, pelacakan, dan penindakan drone dengan memperhatikan keselamatan ruang udara sipil. Falcon Peak diadakan pertama kali di Cheyenne Mountain, Colorado, dan tahun berikutnya di Eglin Air Force Base, Florida.Beberapa teknologi canggih yang diperkenalkan termasuk drone interceptor Anvil yang dirancang khusus untuk menabrak drone lawan, alat pendeteksi akustik Discovair yang memantau suara drone, dan kamera visual Sentinel dengan kemampuan pengoperasian siang dan malam. Sistem ini mampu mendeteksi drone yang tidak mengirimkan sinyal GPS atau kendali sehingga meningkatkan peluang deteksi dini.Meskipun teknologi non-kinetik seperti jammer atau hacking ada, efektivitasnya kurang maksimal terutama terhadap drone otomatis yang tangguh. Penggunaan senjata api atau misil juga terlalu berisiko di wilayah dengan penduduk sipil. Oleh karena itu, fokus NORTHCOM beralih pada 'defeat kinetik minimal kolateral' seperti interceptor drone atau senapan shotgun dengan jangkauan pendek untuk mencegah bahaya yang tidak diinginkan.NORTHCOM kini memiliki tim respons cepat dengan peralatan senilai hingga 12 juta dolar, termasuk beberapa kit dengan drone interceptor yang bisa dikerahkan dalam 24 jam di pangkalan yang bermasalah. Mereka juga berupaya mendapatkan izin hukum lebih luas dari Kongres agar otoritas menanggulangi drone bisa diperluas ke pangkalan lain, dengan koordinasi ketat bersama FAA dan Departemen Transportasi.

Experts Analysis

Dr. James Wilson, Ahli Keamanan Siber dan Militer
Peningkatan insiden drone menggambarkan kerentanan signifikan dalam keamanan domestik yang harus diatasi dengan perpaduan teknologi dan kebijakan yang lebih kuat. Saya mendukung pengembangan solusi teknologi yang minim risiko collateral dan memperluas kewenangan operasi anti-drone secara legal.
Editorial Note
Masalah drone ini adalah gambaran nyata dari kemajuan teknologi sipil yang belum diimbangi dengan regulasi keamanan nasional yang fleksibel dan adaptif. Latihan Falcon Peak dan penggunaan drone interceptor seperti Anvil merupakan langkah maju, tetapi tanpa kerangka hukum yang memadai, teknologi canggih ini akan sulit dimaksimalkan secara efektif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.