XRP Pulih Setelah Turun 41% Karena Dampak Tarif Baru Trump
Finansial
Mata Uang Kripto
11 Okt 2025
151 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
XRP mengalami volatilitas tinggi akibat pengumuman tarif baru yang menyebabkan likuidasi besar-besaran.
Investor institusi mulai mengakumulasi XRP setelah penurunan harga, menunjukkan minat yang berkelanjutan.
Analisis teknis menunjukkan potensi pemulihan harga XRP jika bertahan di atas level dukungan tertentu.
Pada hari Jumat, XRP mengalami volatilitas ekstrim, dimulai dengan penurunan harga dari Rp 46.26 juta ($2,77 k) e Rp 2.74 juta ($1,64) dalam waktu sekitar 23 jam yang menandai penurunan intraday sebesar 41%. Penurunan ini dipicu oleh pengumuman baru dari Presiden Trump mengenai tarif 100% yang menyebabkan kepanikan dan likuidasi besar dalam kontrak futures XRP.
Akibat dari tekanan jual secara besar-besaran, likuidasi kontrak futures XRP mencapai lebih dari Rp 2.50 triliun ($150 juta) . Volume perdagangan melonjak hingga 817 juta token, yang hampir tiga kali lipat rata-rata harian sebelumnya, memperlihatkan tingginya tingkat aktivitas pasca-kepanikan tersebut.
Namun, terjadi pemulihan harga ketika para investor institusional mulai mengakumulasi XRP pada kisaran harga antara Rp 3.91 juta ($2,34) hingga Rp 4.09 juta ($2,45) . Langkah ini menciptakan dasar baru yang lebih kuat untuk harga XRP dan mengurangi tekanan penjualan lebih lanjut.
Di sisi teknikal, level dukungan utama saat ini berada pada angka Rp 2.74 juta ($1,64) sebagai titik terendah setelah kepanikan, dan zona Rp 4.01 juta ($2,40) -Rp 4.09 juta ($2,45) sebagai area akumulasi. Level resistensi terdekat terletak pada Rp 5.09 juta ($3,05) yang jika berhasil ditembus bisa membuka peluang kenaikan harga yang signifikan menuju kisaran Rp 6.10 juta ($3,65) sampai Rp 6.68 juta ($4,00) .
Para analis menyoroti bahwa rebound ini didorong oleh kalibrasi ulang dari investor institusional, bukan hanya oleh volatilitas yang digerakkan oleh trader ritel. Ke depan, mereka akan memantau apakah zona dukungan Rp 4.12 juta ($2,47) dapat bertahan selama sesi perdagangan Asia dan memperhatikan sentimen pasar serta data aliran dana ETF yang baru saja diluncurkan.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Rebound harga setelah penurunan tajam biasanya mencerminkan ketahanan aset dan peningkatan minat institusional yang dapat memperkuat fundamental jangka panjang.Cathie Wood
Keterlibatan institusional dalam beli saat harga rendah merupakan indikasi positif bahwa XRP dan ekosistem Ripple berpotensi berkembang seiring adopsi teknologi blockchain yang meningkat.