AI summary
Penutupan pemerintah AS menyebabkan penundaan dalam proses persetujuan ETF untuk cryptocurrency, termasuk Solana. Beberapa perusahaan besar seperti Fidelity dan Franklin Templeton mengajukan aplikasi untuk ETF yang berinvestasi di Solana. Setelah pemerintah kembali berfungsi, ada harapan bahwa aplikasi ETF akan disetujui, yang dapat meningkatkan permintaan dan harga cryptocurrency. Beberapa perusahaan investasi besar di Wall Street mengajukan permohonan untuk meluncurkan ETF yang berinvestasi di Solana, sebuah cryptocurrency dengan peringkat keenam berdasarkan nilai pasar. Namun, proses persetujuan oleh SEC jadi tertunda karena shutdown parsial pemerintah AS yang mulai berlangsung sejak 1 Oktober dan menunda banyak fungsi pemerintahan.SEC menyatakan bahwa selama shutdown, mereka hanya menjalankan fungsi penting dan tidak meninjau pengajuan produk keuangan baru termasuk ETF. Ini menyebabkan ketidakpastian kapan keputusan ETF Solana dan produk kripto lainnya akan keluar, padahal investor sudah lama menanti persetujuan tersebut.Sebelumnya, SEC telah pernah menyetujui ETF yang berinvestasi langsung ke Solana, meski diterbitkan oleh perusahaan yang kurang dikenal dan dengan struktur berbeda. Ada juga ETF yang mencakup beberapa aset kripto termasuk Solana yang telah mendapat izin dari SEC.Selain Solana, SEC juga menghadapi tenggat waktu untuk memutuskan aplikasi ETF yang terkait dengan token lain seperti XRP, Dogecoin, dan Cardano. Ada aturan baru dari SEC yang memungkinkan bursa saham seperti NYSE dan Nasdaq mempercepat proses listing ETF kripto tanpa menunggu peraturan khusus dari SEC, yang dapat mempercepat peluncuran setelah shutdown selesai.Penundaan ini bisa membuat beberapa investor kehilangan minat sementara harga Solana dan sejumlah kripto lain menurun cukup tajam. Namun, beberapa analis percaya bahwa saat shutdown berakhir, pasar ETF kripto akan kembali bangkit dan mungkin mengalami lonjakan permintaan yang lebih besar.
Penundaan karena shutdown pemerintahan ini memang menghambat momentum pertumbuhan investasi kripto institusional. Namun, aturan baru yang mempermudah listing ETF bisa mempercepat adopsi kripto jika proses pengesahan berjalan kembali, menjadikan situasi saat ini sebagai jeda sementara yang punya potensi positif besar.