Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Alibaba Bersiap Jadi Raksasa AI Tiongkok dengan Prosesor Saingan Nvidia

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (5mo ago) artificial-intelligence (5mo ago)
11 Okt 2025
92 dibaca
2 menit
Alibaba Bersiap Jadi Raksasa AI Tiongkok dengan Prosesor Saingan Nvidia

Rangkuman 15 Detik

Alibaba berpotensi menjadi pemimpin dalam industri perangkat keras AI di Tiongkok.
Industri AI Tiongkok diperkirakan akan tumbuh secara signifikan, memberikan peluang besar bagi investasi.
Prosesor T-Head Alibaba yang kompetitif menawarkan alternatif yang lebih murah dibandingkan produk Nvidia.
Alibaba, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok, kini mulai mengembangkan teknologi prosesor AI sendiri yang memiliki performa setara dengan produk unggulan Nvidia. Langkah ini merupakan respons terhadap ketegangan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang membuat Tiongkok ingin mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, terutama dalam bidang kecerdasan buatan. Alibaba tidak hanya fokus pada e-commerce, tetapi juga mengembangkan bisnis cloud computing dan AI yang saat ini menjadi bagian dengan pertumbuhan tercepat dalam perusahaan. Pada kuartal kedua tahun 2025, bagian cloud dan AI Alibaba mencatat kenaikan omzet sebesar 26% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan potensi bisnisnya semakin besar. Prosesor AI Alibaba yang disebut T-Head diperkenalkan dengan spesifikasi yang hampir sama dengan Nvidia H20, namun dengan harga sekitar 40% lebih murah. Selain hardware, Alibaba juga menawarkan software AI yang memudahkan pemakaian dengan open-source, berbeda dengan model tertutup Nvidia yang lebih terbatas. Strategi ini memungkinkan pelanggan di Tiongkok dan sekitarnya untuk mengadopsi teknologi AI dengan lebih efisien. Menurut analis JPMorgan, pasar AI di Tiongkok diperkirakan akan tumbuh hingga nilai 1,4 triliun dolar AS pada tahun 2030. Ini memberikan potensi pengembalian investasi hingga 52%, sekaligus mengindikasikan bahwa Alibaba dan perusahaan teknologi lokal lain, seperti Baidu dan Huawei, berpotensi mendominasi industri AI domestik dan regional. Meski demikian, perbandingan langsung antara Alibaba dan Nvidia khususnya dalam hal performa saham tidaklah tepat. Nvidia mendapatkan keuntungan besar sebagai pionir di waktu yang pas, sedangkan Alibaba lebih fokus mengembangkan pasar dalam negeri yang lebih kecil namun tetap sangat menjanjikan. Investor disarankan mengambil peluang saat harga saham Alibaba turun untuk mendapatkan nilai investasi yang lebih baik.

Analisis Ahli

JPMorgan
Pasar AI di Tiongkok berpotensi tumbuh hingga 1,4 triliun dolar AS pada 2030 dengan pengembalian investasi 52%.
Goldman Sachs
Adopsi AI akan meningkatkan pertumbuhan GDP Tiongkok sekitar 20-30 basis poin hingga 2030.